Kicaunews co,-Jakarta –
Berdasarkan berita yang dipublikasikan oleh harian koran royannews bahwa saat ini pemerintah Iran telah membuka jalur aman bagi kapal Minyak Indonesia di selat Hormuz.
Namun sayangnya oleh beberapa media di dalam negeri mengabarkan bahwa kapal minyak Indonesia tidak boleh lewat di selat Hormuz. Pihak berwenang di Iran juga menyampaikan bahwa di Selat Hormuz sendiri memiliki beberapa jalur alternatif untuk pelintasan kapal-kapal pembawa minyak apabila terjadi hal-hal yang tidak diduga seperti terjadinya perang.
Dengan dalih pecahnya perang pemerintah Iran memang tidak membuka jalur utama atau jalur yang biasa dilewati oleh para kapal-kapal pembawa minyak dari berbagai negara, namun mereka tetap mencarikan jalan alternatif di selat Hormuz bagi kapal-kapal tersebut guna menghindari terkena serangan imbas dari peperangan yang sedang terjadi.
“JANGAN MUDAH DI TAKUT-TAKUTI ”
Memang beberapa belakangan ini telah banyak beredar yang menyatakan bahwa kapal mintak milik Indonesia di tahan oleh pemerintah Iran, sebagian netizen dan hatter nya Prabowo hal tersebut dikaitkan karena keikutsertaan Indonesia di dalam BOP.
Sebenarnya pemerintah Iran bukannya menahan kapal milik Pertamina tersebut, melainkan sedang mencarikan jalan alternatif, seperti kapal minyak India dan Pakistan yang terlebih dahulu melewati jalur alternatif di selat Hormuz agar terhindar dari jalur peperangan.
Sementara itu Dura Besar Indonesia di Teheran mengkonfirmasikan bahwa negosiasi dengan pemerintah Iran sudah selesai, dan kapal-kapal minta milik Indonesia akan segera melewati jalur aman yang disediakan oleh pemerintah Iran di selatan Hormuz.


















