Bandung,kicaunews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi telah melakukan penggeledahan di kediaman Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, pada Rabu (1/4) terkait penyidikan kasus dugaan korupsi praktik ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari pengembangan perkara yang tengah ditangani lembaga antirasuah tersebut.
“Dalam lanjutan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, hari ini Rabu, penyidik melakukan penggeledahan di rumah ONS, yang merupakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat,” ujar Budi dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, lokasi penggeledahan berada di wilayah Kota Bandung. Hingga saat ini, proses penggeledahan dan penyitaan barang bukti masih berlangsung.
“Lokasi di Kota Bandung. Kegiatan masih berlangsung. Kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut,” katanya.
Kasus ini sebelumnya telah menjerat Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang, sebagai tersangka. Selain itu, KPK juga menetapkan Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan yang merupakan ayah dari HM Kunang, serta seorang pihak swasta bernama Sarjani, sebagai tersangka.
Dalam konstruksi perkara, Ade Kuswara Kunang diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total mencapai Rp14,2 miliar selama masa jabatannya sebagai Bupati Bekasi periode 2025–2030.
KPK mengungkapkan, penerimaan tersebut berasal dari dua skema, salah satunya praktik ijon proyek, yakni pemberian uang dari pihak swasta sebelum proyek berjalan, dengan nilai sekitar Rp9,5 miliar dalam kurun waktu Desember 2024 hingga Desember 2025.
Praktik ijon proyek dalam konteks ini merujuk pada pemberian uang di luar mekanisme resmi pengadaan, yang bertujuan untuk mengamankan proyek sebelum proses pelaksanaan dimulai.
Sebelumnya, KPK juga telah memanggil Ono Surono untuk diperiksa sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK pada 15 Januari 2026. Seusai pemeriksaan, Ono mengaku mendapat sejumlah pertanyaan terkait dugaan aliran uang dalam perkara tersebut.
“Ada beberapa yang ditanyakan. Iya (dicecar soal aliran uang),” ujar Ono.
Namun demikian, Ono belum merinci materi pemeriksaan yang dijalaninya. Ia menyebut penyidik juga mendalami perannya sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, selain kapasitasnya sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Barat.
KPK menyatakan akan terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. *


















