Kicaunews.com- Dalam Tafsir Al-Qurthubi tentang Surat An-Nas menegaskan bahwa surat ini, bersama surat Al-Falaq, adalah Al-Mu’awwidzatain (dua surat perlindungan) yang diturunkan untuk memohon perlindungan hanya kepada Allah—sebagai Rabb, Malik, dan Ilah manusia—dari kejahatan bisikan setan (الوسواس) yang tersembunyi (الخناس), baik dari kalangan jin maupun manusia.
Manusia diperintahkan berlindung kepada Allah dari segala keburukan yang datang, terutama godaan setan yang menyelinap dalam hati.
Ayat 1-3 menggunakan sifat Allah sebagai Rabb(رب) (Pemelihara), Malik (ملك) (Raja/Penguasa), dan Ilah (اله) (Sembahan) manusia. Ini menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya pelindung mutlak, pengatur urusan, dan satu-satunya yang berhak disembah.
Makna Waswas الخناس : Setan pembisik yang bersembunyi. Setan membisikkan kejahatan saat manusia lalai, namun mundur dan bersembunyi saat manusia berdzikir/mengingat Allah.
Jin dan Manusia: Gangguan tidak hanya dari jin, tetapi juga dari kalangan manusia yang membisikkan kejahatan.
Surat ini sering disebut Al-Muqasyqisyatain (yang membebaskan dari kemunafikan) bersama Al-Falaq.
Surat ini diturunkan di Mekkah (Makkiyah) dan menjadi penutup yang indah bagi Al-Qur’an, di mana hamba mengakhiri bacaan kitab suci dengan berlindung kepada Allah.
Selamat menjalankan Ibadah puasa.


















