Bandung,kicaunews.com — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat terus memperkuat persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026 melalui berbagai skema rekayasa lalu lintas. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar simulasi menyeluruh melalui Tactical Floor Game (TFG) guna mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di sejumlah jalur utama.
Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokroseno mengatakan simulasi pengamanan tersebut melibatkan jajaran dari enam hingga tujuh Polres di wilayah Jawa Barat. Dalam pengamanan arus mudik ini, pihaknya juga membentuk Rayon II yang akan berkoordinasi dalam pelaksanaan rekayasa lalu lintas di ruas Tol Trans Jawa.
“Kita bentuk Rayon dua yang berkoordinasi, bekerja sama, dan berkolaborasi untuk memberikan ataupun melaksanakan rekayasa lalu lintas di Tol Trans Jawa,” ujar Raydian, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, kesiapan teknis di ruas tol juga telah dipersiapkan dengan berbagai langkah antisipatif, khususnya di wilayah kilometer 47 hingga kilometer 65 atau 70. Penanganan arus kendaraan akan disesuaikan dengan peningkatan volume lalu lintas yang terjadi selama periode mudik.
“Kami siap melaksanakan contraflow sepenggal, one way nasional sepenggal, sampai dengan dilaksanakan pengaturan lajur satu, dua, tiga hingga one way nasional sepenggal sampai Pejagan,” katanya.
Raydian juga menegaskan kepada seluruh personel gabungan, khususnya para Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) di masing-masing Polres, agar setiap pelaksanaan rekayasa lalu lintas di Tol Trans Jawa tetap mengikuti arahan dari pusat.
“Arahan seluruhnya dari Kakorlantas untuk pembukaan dan rekayasa lalu lintas. Sehingga itu harus ditepati sesuai SOP dinamika yang dilaksanakan oleh para Kasat Lantas,” jelasnya.
Selain memprioritaskan kelancaran di jalan tol, Ditlantas Polda Jabar juga memberikan perhatian terhadap jalur arteri serta titik-titik rawan kemacetan menuju kawasan wisata. Dalam simulasi tersebut disiapkan tiga skenario utama, dua di antaranya difokuskan pada jalur arteri wilayah Priangan Timur dan kawasan Puncak.
Meski pembahasan dalam TFG kali ini lebih menyoroti penanganan jalur tol, Raydian memastikan kesiapan personel di jalur arteri juga telah teruji karena pengaturan lalu lintas di wilayah tersebut rutin dilakukan oleh kepolisian.
“Untuk rekayasa di arteri wisata dan arteri Priangan Timur itu sudah sering kita laksanakan setiap weekend dan sudah kita TFG-kan di Polda. Mudah-mudahan pada saat pelaksanaan Operasi Ketupat nanti pelaksanaannya lebih meningkat dan lebih bagus,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya antisipasi, Ditlantas Polda Jabar juga menyiapkan pelatihan khusus bagi Tim Urai guna mengatasi potensi kepadatan arus lalu lintas serta berbagai dinamika yang mungkin terjadi selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. (Le*)


















