Banyumas, Kicaunews.com – Mengedepankan prinsip preventif dan kolaboratif, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat resmi memperketat pengamanan di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Cimanggu menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen manajemen dalam menjaga aset negara di titik-titik rawan kriminalitas.
Sinergi Lintas Satuan
Administratur KKPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, S.Hut, memberikan instruksi khusus mengenai penguatan koordinasi dengan satuan samping.
Arahan ini diteruskan secara berjenjang melalui Wakil Administratur KSKPH, Ari Kurniawan, S.Hut, kepada Kepala TPK Cimanggu, Youdianto, untuk segera membangun skema pengamanan terpadu bersama Kapolsek Cimanggu.
Prioritas Keamanan Jalur Lintas Provinsi
Pemilihan TPK Cimanggu sebagai fokus utama pengamanan didasarkan pada pertimbangan strategis:
Lokasi Strategis: Terletak tepat di Jalan Raya penghubung utama antara Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Analisis Kerawanan: Tingginya volume kendaraan dan aktivitas masyarakat menjelang lebaran di jalur nasional ini meningkatkan potensi gangguan keamanan.
Objek Vital: Sebagai tempat penyimpanan aset kayu hasil hutan, keamanan area ini menjadi prioritas guna menghindari aksi pencurian maupun gangguan kamtibmas lainnya.
Dampak yang Diharapkan
Langkah proaktif ini diharapkan tidak hanya mengamankan fisik material di TPK, tetapi juga menciptakan iklim kerja yang kondusif bagi para petugas di lapangan.
Melalui pengawasan bersama Polri, diharapkan potensi tindak kriminalitas dapat ditekan semaksimal mungkin.
“Koordinasi dengan Kepolisian bukan sekadar prosedur, melainkan kebutuhan strategis. Mengingat TPK Cimanggu berada di ‘urat nadi’ transportasi lintas provinsi, sinergi ini adalah langkah bijak untuk memastikan stabilitas keamanan selama masa libur lebaran.”tandasnya (Red/Tugiman)


















