Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerahNasional

Arsya Selamat, Ayah Gugur Selamatkan Keluarga Saat Longsor Pasirlangu

241
×

Arsya Selamat, Ayah Gugur Selamatkan Keluarga Saat Longsor Pasirlangu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bandung Barat,kicaunews.com — Dalam gendongan saudaranya, Arsya sesekali menangis. Balita itu terus memanggil ayah dan ibunya, tanpa mengetahui bahwa kedua orang tuanya telah meninggal dunia dalam bencana tanah longsor yang melanda kampungnya.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Suara gemuruh terdengar dari arah Gunung Burangrang, disusul aliran lumpur yang meluncur deras dan meluluhlantakkan permukiman warga di Kampung Pasir Kuning, Pasir Kuda, dan Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Example 300x600

Sebanyak 48 rumah hancur dan puluhan warga kehilangan nyawa. Arsya menjadi salah satu korban selamat berkat perjuangan ayahnya, Komarudin, yang rela mengorbankan nyawa demi menyelamatkan anaknya.

Saat longsor mulai menerjang, Komarudin berusaha menyelamatkan istri dan kedua anaknya. Ia lebih dulu mengamankan Arsya dengan menjebol atap rumah, lalu menaikkan balita itu ke bagian atap yang belum terjangkau lumpur.

“Alhamdulillah, Arsya selamat karena dinaikkan ke atap oleh ayahnya,” ujar Asep Dadang Rusmana, kerabat korban, Kamis (29/1/2026).

Setelah memastikan Arsya berada di tempat yang relatif aman, Komarudin kembali masuk ke dalam rumah untuk menolong istrinya, Epon, dan anak sulungnya, Febby. Namun, derasnya lumpur dan hujan yang terus mengguyur membuat upaya tersebut gagal.

Komarudin, Epon, dan Febby tertimbun material longsor sedalam sekitar lima meter. Sementara itu, Arsya bertahan sendirian di atas atap hingga akhirnya dievakuasi oleh kakak Komarudin yang juga selamat dari bencana.

“Uwaknya datang karena rumahnya dekat dan dia selamat. Arsya langsung dibawa ke tempat aman. Orang tua dan kakaknya meninggal dunia,” kata Asep.

Arsya tidak mengalami luka fisik. Namun, ia harus menerima kenyataan pahit menjadi yatim piatu di usia yang masih sangat belia. Jenazah kedua orang tuanya telah ditemukan, diidentifikasi, dan dimakamkan di TPU Barunyatu. Sementara itu, jenazah Febby hingga kini masih dalam pencarian.

“Yang belum ditemukan itu kakaknya, Febby. Mudah-mudahan segera ditemukan,” ujar Asep.

Kini Arsya diasuh oleh keluarga besar dari kedua orang tuanya. Fokus keluarga saat ini adalah memberikan pendampingan dan memulihkan trauma yang dialami Arsya akibat bencana tersebut.

“Kami semua keluarganya yang akan mengurus. Mudah-mudahan Arsya tumbuh menjadi anak yang saleh dan berbakti meskipun orang tuanya sudah tiada,” tutur Asep.

Arsya bukan satu-satunya anak yang kehilangan orang tua akibat longsor di Desa Pasirlangu. Bocah lain bernama Muhammad Rifal juga harus menjadi yatim piatu akibat bencana yang sama.

Doa dan simpati pun mengalir dari masyarakat dan warganet, mengiringi harapan agar kedua bocah tersebut kelak tumbuh kuat menghadapi masa depan, meski harus memulai hidup dengan kehilangan yang begitu dalam.**

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *