Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Revitalisasi Sekolah di Bali: Dirgantara Wicaksono Perkenalkan Model MBS Berbasis Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Buatan

64
×

Revitalisasi Sekolah di Bali: Dirgantara Wicaksono Perkenalkan Model MBS Berbasis Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Buatan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KICAUNEWS.COM, DENPASAR – Dalam upaya strategis memperkuat mutu pendidikan melalui Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Provinsi Bali kini mengadopsi paradigma baru yang mengintegrasikan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kecerdasan Buatan (AI). Terobosan ini diperkenalkan langsung oleh Dirgantara Wicaksono, dosen tetap S3 Teknologi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ketua Umum ICMI Muda Jakarta, sekaligus narasumber Direktorat SMP Kemendikdasmen, dalam kegiatan revitalisasi bagi kepala sekolah dan perwakilan dinas pendidikan se-Provinsi Bali.

 

Example 300x600

Dirgantara menegaskan bahwa kombinasi MBS + PM + AI bukan sekadar tren teknologi, melainkan fondasi bagi kepala sekolah untuk merancang kebijakan yang responsif, kontekstual, dan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran. “Implementasi revitalisasi dengan MBS harus menempatkan Pembelajaran Mendalam sebagai jantung kebijakan sekolah. Dengan AI sebagai alat bantu dan kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran, sekolah di Bali dapat menjadi laboratorium inovasi yang berakar pada kearifan lokal,” ujarnya menutup sesi.

 

Lima Prinsip MBS sebagai Landasan Transformasi

 

Dalam paparannya, Dirgantara menguraikan lima prinsip MBS yang menjadi pilar implementasi di lapangan:

1. Kemandirian: Sekolah diberi keleluasaan mengelola sumber dayanya secara otonom.

2. Kemitraan: Kolaborasi aktif dengan orang tua, masyarakat, dan pemangku kepentingan lain.

3. Partisipasi: Keterlibatan warga sekolah dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan.

4. Keterbukaan: Transparansi program dan pengelolaan sekolah kepada publik.

5. Akuntabilitas: Pertanggungjawaban atas setiap keputusan dan penggunaan sumber daya.

 

Kelima prinsip ini dirancang untuk menciptakan ekosistem sekolah yang tidak hanya mandiri, tetapi juga kolaboratif dan akuntabel.

 

AI sebagai Alat Analitik untuk Personalisasi Intervensi

 

Salah satu poin paling signifikan dalam model MBS 2026 adalah pemanfaatan Generative AI sebagai alat bantu analitik. Teknologi ini digunakan untuk memetakan pola kesulitan belajar siswa berdasarkan data Rapor Pendidikan, sehingga guru dapat memberikan rekomendasi intervensi yang dipersonalisasi. Selain itu, mekanisme monitoring berbasis indikator manajerial dan hasil Pembelajaran Mendalam memungkinkan evaluasi berkala yang lebih presisi.

 

Model kolaborasi multi-pihak—melibatkan sekolah, dinas pendidikan, universitas, dan masyarakat lokal—diformalkan melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) sebagai mitra pelaksana program revitalisasi. Langkah tindak lanjut mencakup pelatihan intensif literasi data dan desain Pembelajaran Mendalam bagi kepala sekolah serta pengawas, memastikan transformasi ini berjalan berkelanjutan.

 

Dengan pendekatan yang memadukan kearifan lokal Bali dan kecanggihan teknologi, revitalisasi MBS ini diharapkan mampu mencetak generasi pelajar yang tidak hanya menguasai konsep secara mendalam, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dan pemecahan masalah autentik—sesuai dengan semangat kemajuan pendidikan Indonesia di era digital.(AW)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *