KICAUNEWS.COM, JAKARTA – Gelaran Lomba dan Pameran Burung Berkicau Tingkat Nasional Piala Kapolri 2026 resmi ditutup dengan kesan mendalam. Lebih dari sekadar arena adu kualitas kicauan, event yang sukses terlaksana secara aman dan tertib ini berhasil memproyeksikan wajah baru komunitas kicaumania Indonesia: kompetitif namun tetap hangat, mandiri, dan berorientasi pada dampak ekonomi yang lebih luas.
Event yang dikemas dalam dua lapangan ini menampilkan persaingan ketat antarburung terbaik dari berbagai daerah. Peserta tidak hanya memadati venue dari wilayah Jabodetabek, tetapi juga berdatangan dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera. Ketatnya performa burung-burung yang dilombakan menuntut kerja ekstra keras dari jajaran juri MasterPiece Arena. Namun, berkat pengalaman dan jam terbang mumpuni, keputusan para juri yang dikawal langsung oleh pemilik MasterPiece Arena, Farid MP, diterima dengan lapang dada. Tidak ada satu pun protes yang muncul; suasana kondusif tanpa teriakan menjadi bukti kepuasan peserta terhadap integritas penilaian di event bergengsi ini.
Dukungan Strategis dan Apresiasi Kemandirian Komunitas
Kehadiran Bapak Mustopo S.H., Bendahara Umum KSPSI AGN sekaligus Pembina Yayasan Garuda Mahakarya Nusantara, memberikan bobot tersendiri bagi gelaran kali ini. Bahkan, beliau turut berpartisipasi sebagai peserta lomba, menegaskan kedekatannya dengan akar rumput komunitas.
Mustopo memberikan apresiasi tinggi terhadap kemandirian komunitas kicaumania yang mampu menyelenggarakan event berskala nasional dengan biaya mandiri, tertib, dan nyaman. “Hari ini adalah pembuktian bahwa komunitas kita sanggup menampilkan standar nasional secara profesional,” ujarnya. Beliau juga menyatakan dukungan penuh untuk penyelenggaraan event nasional berikutnya bertajuk Lomba dan Pameran Burung Berkicau Tingkat Nasional Piala Presiden Republik Indonesia yang dijadwalkan pada November 2026. Kerjasama yang terjalin di Piala Kapolri diharapkan dapat dikembangkan menjadi gelaran yang lebih meriah dan berdampak lebih luas.
Ekonomi Kreatif dan Nilai Spiritual
Lebih jauh, Mustopo menekankan pentingnya pengelolaan hobi ini sebagai sektor ekonomi kreatif. “Komunitas hobi ini harus dikelola dengan baik dan dikembangkan menjadi komunitas besar yang mampu memberikan dampak ekonomi pada semua lini, termasuk UMKM dan para penangkar,” tambahnya. Visi ini sejalan dengan upaya mengangkat hobi burung berkicau dari sekadar rekreasi menjadi industri yang berkelanjutan.
Keistimewaan lain dari Piala Kapolri 2026 adalah perpaduan harmonis antara kompetisi dan nilai spiritual. Acara ditutup dengan pengundian hadiah doorprize berupa paket Umroh yang disponsori oleh Yayasan Garuda Mahakarya Nusantara dan MasterPiece Arena. Momen ini membuat event terasa sangat spesial karena menggabungkan kecintaan pada hobi dengan penguatan nilai rohani.
Sisi humanis juga terlihat jelas ketika Mustopo berkenan berfoto bersama para pemenang beserta keluarga mereka—mulai dari nenek, suami-istri, hingga anak-anak. “Ini adalah kehangatan luar biasa dari sebuah komunitas besar di Nusantara. Saya bangga melihat kicaumania begitu kompak dan bersemangat,” ungkapnya.
Menutup gelaran kali ini, panitia mengajak seluruh kicaumania untuk mempersiapkan burung-burung jagoan mereka menuju panggung tertinggi: Piala Presiden Republik Indonesia pada November 2026. Dengan fondasi kebersamaan dan profesionalisme yang telah terbangun di Piala Kapolri, komunitas kicaumania siap melangkah lebih jauh.
Salam Kicaumania Nusantara. Lestari dan Bahagia.(AW)


















