KICAUNEWS.COM,JAKARTA– Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nurul Hikmah Jl Bekasi Timur IV Kelurahan Cip Besar Utara saat Majelis Silaturahmi Sholat Subuh Gabungan (MSG) Kelurahan Cipinang Besar Utara (CBU) menggelar kajian kitab Adabu Sulukil Murid karya Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Menghadirkan ulama karismatik Al Habib Novel bin Taufik Alaydrus sebagai pembicara utama, majelis taklim ini berhasil menggugah kesadaran jamaah tentang hakikat kehidupan dunia dan adab seorang murid dalam menempuh jalan tasawuf, Sabtu Subuh (11/7).
Dalam kajian kitab nya, Habib Novel mengangkat tema yang sangat relevan dengan kondisi spiritual umat masa kini: “Dunia adalah penjara bagi orang mukmin.” Penjelasan beliau bukan bermaksud pesimis terhadap kehidupan fana, melainkan sebuah pengingat keras agar hati tidak terlena oleh gemerlap materi. “Bagi seorang mukmin yang rindu akan Rabb-nya, keterbatasan dunia justru menjadi ladang ibadah untuk mempersiapkan bekal menuju negeri abadi,” ujar Habib Novel di hadapan ratusan jamaah yang memadati masjid, Andi Agung Yasser selaku Lurah CBU juga turut hadir membersamai.
Menyulam Adab di Tengah Kesibukan Dunia
Kitab Adabu Sulukil Murid sendiri merupakan pedoman klasik yang membahas tata krama seorang salik (penempuh jalan spiritual) terhadap gurunya, dirinya sendiri, dan Allah SWT. Habib Novel menekankan bahwa ilmu tanpa adab ibarat pohon tanpa buah. Di tengah hiruk-pikuk Jakarta Timur, pesan ini menjadi oase penyejuk jiwa bagi para profesional, pelajar, hingga lansia yang hadir.
Beliau juga menyinggung pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan umat, sebagaimana sering disuarakan dalam berbagai kesempatan dakwahnya. “Perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah. Justru, keberagaman menjadi kekuatan bila kita saling menghargai dengan adab yang diajarkan para ulama salaf,” tegasnya.
Ust Solihin MK selalu Sekretaris Majelis Sholat Subuh Gabungan antar ulama, umara serta masyarakat se kecamatan Jatinegara (MS3G) mengatakan, “Kajian rutin MSG CBU di Masjid Nurul Hikmah ini membuktikan bahwa tradisi ngaji kitab kuning masih hidup dan dinamis. Melalui bimbingan Habib Novel Alaydrus, jamaah tidak hanya mendapatkan wawasan fikih dan tasawuf, tetapi juga suntikan motivasi spiritual untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan orientasi akhirat yang kuat.
Bagi warga sekitar yang ingin memperdalam ilmu agama dan mencari ketenangan jiwa, Masjid Nurul Hikmah terus membuka pintu bagi siapa saja yang haus akan ilmu. Mari jadikan momen ini sebagai langkah awal memperbaiki adab dan meluruskan niat dalam beribadah.(AW)


















