PANDEGLANG, KICAUNEWS.COM- Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA), Dede Abdurahman, mengapresiasi jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya Komando Resor Militer (Korem) 064/Maulana Yusuf, atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan kepada masyarakat Banten selama enam dekade terakhir.
Menurut Dede, kehadiran Korem 064/Maulana Yusuf di Provinsi Banten tidak hanya merepresentasikan kekuatan pertahanan negara, tetapi juga menjadi simbol pengabdian yang menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat.
“Rekam jejak pengabdian TNI di Banten sudah berlangsung selama 60 tahun, dan usia itu menunjukkan kematangan serta konsistensi dalam menjaga bangsa dan negara. Sangat jelas bahwa pengabdian TNI di Banten memiliki kontribusi besar bagi masyarakat,” kata Dede Abdurahman, dalam keterangan tertulis, seperti diterima redaksi, Selasa (19/05).
Ia menjelaskan, stabilitas sosial yang selama ini terpelihara merupakan buah dari sinergi antara aparat pertahanan, pemerintah, dan partisipasi masyarakat yang terus terbangun secara harmonis.
Diketahui, sejak berdiri pada 16 Mei 1966 hingga memasuki usia ke-60 pada 17 Mei 2026, Korem 064/Maulana Yusuf dinilai konsisten menjalankan fungsi strategis sebagai garda terdepan dalam mengawal kedaulatan negara.
Selain itu, Dede juga menilai TNI berhasil menciptakan kondusivitas wilayah serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai potensi ancaman, baik yang bersifat internal maupun eksternal.
“Kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-60 kepada Korem 064/Maulana Yusuf. Semoga tetap kukuh, kuat, hebat, dan profesional dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan NKRI,” kata Dede.
Ia menjelaskan, peringatan enam dekade Korem 064/Maulana Yusuf juga menjadi pengingat bahwa ketahanan bangsa tidak hanya dibangun melalui kekuatan militer semata, tetapi juga melalui kolaborasi yang berkeadaban antara negara dan masyarakat.
Dalam perspektif tersebut, keberadaan TNI dinilai menjadi bagian integral dalam merawat persatuan, memperkuat solidaritas sosial, serta menjaga kesinambungan nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika zaman. (Haji Merah)


















