Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

UBN: Jurnalis Muslim Harus Jadi Muazin Peradaban

64
×

UBN: Jurnalis Muslim Harus Jadi Muazin Peradaban

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kicaunews.com, Jakarta  – Cendekiawan Muslim Ustaz Bachtiar Nasir atau UBN menegaskan pentingnya peran jurnalis Muslim sebagai “muazin peradaban” yang menyeru umat kepada kebenaran dan keadilan melalui karya jurnalistik. Pesan itu disampaikan dalam pengajian rutin bersama jurnalis Muslim di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (15/5/2026).

 

Example 300x600

UBN mengatakan, jurnalisme Islam tidak boleh hanya mengejar viralitas, algoritma, dan keuntungan semata. Menurut dia, media harus menjadi sarana menyeru manusia kepada nilai-nilai tauhid, keadilan, dan persatuan umat.

 

“Seorang jurnalis Muslim sebetulnya statusnya muazin, tapi muazin zaman, muazin peradaban,” kata UBN dalam pengajian tersebut.

 

Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu mengaitkan peran jurnalis dengan perintah Nabi Ibrahim AS dalam Surah Al-Hajj ayat 27, “Wa adzdzin fin-nasi”, yakni menyeru manusia untuk mendatangi rumah Allah.

 

Menurut UBN, media Islam semestinya menjadi tempat umat menemukan kebenaran dan kekuatan moral. UBN juga mengkritik kecenderungan media modern yang terlalu tunduk pada algoritma media sosial dan orientasi viral.

 

Ia menyebut praktik tersebut membuat berita berubah menjadi komoditas, bukan lagi sarana membangun kesadaran publik. “Persoalan kita itu terlalu menuhankan algoritma, FYP, viralitas,” ujar Pimpinan Perkumpulan AQL itu.

 

Dalam kesempatan itu, UBN menilai kualitas spiritual seorang jurnalis berpengaruh terhadap karya jurnalistik yang dihasilkan. Karena itu, ia sengaja menggelar pengajian pada waktu Subuh untuk membangun disiplin ibadah di kalangan jurnalis Muslim.

 

Menurut dia, jurnalis yang menjaga shalat berjamaah akan lebih hati-hati dalam menulis dan mengambil keputusan. Sebaliknya, tulisan yang lahir tanpa kedisiplinan spiritual berpotensi membawa dampak buruk bagi masyarakat.

 

UBN kemudian memaparkan empat prinsip jurnalisme Islam. Pertama, menjadikan kebenaran sebagai kiblat editorial, bukan kepentingan modal, tekanan politik, ataupun fanatisme kelompok.

 

Kedua, menjadikan keadilan sebagai ruh framing pemberitaan. Ia mengingatkan jurnalis agar tidak memelintir fakta demi menyerang lawan atau memperkeruh konflik.

 

Ketiga, menjaga kesucian bahasa jurnalistik. Menurut UBN, bahasa media bukan sekadar alat informasi, melainkan instrumen pembentuk kesadaran publik yang dapat menjaga atau justru merusak martabat manusia.

 

Keempat, jurnalis Muslim harus siap menghadapi pengorbanan profesional. Ia menyebut ada kalanya berita yang benar tidak populer dan sikap yang lurus membuat seseorang kehilangan akses ataupun keuntungan.

 

“Wanhar itu menyembelih ego, menyembelih ketakutan, menyembelih kerakusan, menyembelih ambisi,” kata UBN.

Aw

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *