Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

HMI Komisariat Saintek UIA : Melawan Lupa dan Luka,Menakar Nyali Mahasiswa di Tengah Represi Aktivis

62
×

HMI Komisariat Saintek UIA : Melawan Lupa dan Luka,Menakar Nyali Mahasiswa di Tengah Represi Aktivis

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KICAUNEWS.COM,JAKARTA, 23 April 2026 – Sejarah Indonesia kembali mencatatkan tinta hitam. Kekerasan brutal yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus, melalui penyiraman air keras oleh Orang Tak Dikenal (OTK), bukan sekadar tindak kriminal biasa. Ini adalah teror yang terstruktur, sebuah pesan berdarah yang dikirimkan untuk membungkam nalar kritis dan menciutkan nyali gerakan rakyat.

Hari ini, kami yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam,Komisariat Sains & Teknologi menyatakan bahwa luka yang diderita Andrie adalah luka demokrasi. Kita dipaksa menyaksikan bagaimana kritik dibalas dengan intimidasi, dan argumentasi dibalas dengan kekerasan fisik yang keji. Ujar riyon selaku ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jakarta Timur Komisariat Sains dan Teknologi Universitas Islam As-Syafi’iyah

Example 300x600

Menolak Amnesia Sejarah
Melalui tema “Melawan Lupa dan Luka”, kami mengingatkan publik bahwa represi terhadap pembela HAM bukanlah fenomena baru, namun kini polanya semakin mengkhawatirkan. Andrie Yunus ditarget bukan tanpa alasan. Ia adalah sosok yang gigih menyuarakan penolakan terhadap penindasan. Tambah Riyon

Remiliterisasi tata kelola pemerintahan yang mengancam semangat Reformasi dan revisi UU TNI yang berpotensi menghidupkan kembali dwifungsi dan supremasi militer atas sipil. Tambah Riyon

Ketidakterbukaan negara dalam proses pengambilan kebijakan yang krusial bagi hajat hidup orang banyak.
Serangan ini adalah upaya sistematis untuk menciptakan “ruang ketakutan” agar mahasiswa dan aktivis berhenti menuntut keadilan. Ujar Riyon

Menakar Nyali di Tengah Represi
Negara tampak gagap dalam memberikan perlindungan, namun sangat cekatan dalam melakukan pembatasan. Jika teror semacam ini dibiarkan tanpa pengungkapan aktor intelektualnya, maka kita sedang berjalan mundur menuju era kegelapan. Tambah Riyon

Nyali mahasiswa tidak akan surut hanya karena siraman air keras atau ancaman penjara. Luka ini justru menjadi bahan bakar bagi kami untuk melipatgandakan kekuatan. tegas Riyon

Pernyataan Sikap
Atas dasar kondisi darurat demokrasi tersebut, Himpunan Mahasiswa Islam, Komisariat Sains & Teknologi
menuntut:

1.Usut Tuntas Aktor Intelektual:
Mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku lapangan (eksekutor), tetapi wajib mengungkap dan menyeret aktor intelektual di balik serangan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ke hadapan hukum.

2.Pembentukan TGPF Independen:
Meminta Presiden RI segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang melibatkan unsur independen, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil guna menjamin transparansi penyelidikan, mengingat adanya dugaan keterlibatan kekuatan sistematis.

3.Tolak Remiliterisasi Sipil:
Menuntut pemerintah dan DPR RI untuk segera menghentikan segala upaya remiliterisasi dalam tata kelola pemerintahan dan membatalkan pembahasan revisi UU TNI yang berpotensi merusak supremasi sipil dan agenda reformasi sektor keamanan.

4.Jaminan Keamanan Aktivis:
Menuntut Negara untuk memberikan jaminan perlindungan hukum dan fisik yang nyata bagi seluruh pembela HAM, aktivis, dan mahasiswa di Indonesia. Negara tidak boleh membiarkan “ruang ketakutan” terus meluas melalui praktik impunitas.

5.Stop Intimidasi dan Pembungkaman:
Mendesak aparat keamanan untuk menghentikan segala bentuk intimidasi, baik digital maupun fisik, terhadap suara-suara kritis yang menolak kebijakan negara yang tidak transparan dan minim partisipasi publik.

6.Audit Kinerja Intelijen:
Mempertanyakan fungsi deteksi dini aparat intelijen negara yang gagal mencegah aksi teror di ruang publik terhadap warga negara yang sah melakukan kritik sesuai konstitusi.

Kami mengingatkan bahwa sejarah Indonesia telah mencatat tindak represif terhadap para aktivis dan pembeli ham negara tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama membiarkan pelaku berlindung di balik impunitas. Tutup Riyon

Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!

AW

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *