Kicaunews.com, Jakarta -“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”.
Kutipan pesan dari presiden RI pertama Ir. Soekarno tersebut bukanlah sebuah pesan biasa melainkan sebuah “dalil” perjuangan bagi seorang pemimpin dimasa depan. Dan “dalil” tersebut layak dikenakan pada kondisi saat ini.
Upaya tegas dan berani Presiden Prabowo Subianto menciptakan pemerintahan yang bersih dan baik terus mendapat gangguan dari berbagai pihak yang “merasa” tersengat dengan berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintahannya. Namun dengan nada lantang menggelegar Presiden Prabowo mengatakan bahwa dirinya tidak gentar dan tidak akan mundur selangkah pun menghadapi pihak-pihak yang ingin merusak Indonesia. Presiden Prabowo sendiri sangat menyadari betul bahwa akan ada pihak-pihak yang” terluka” dengan gaya kepemimpinannya, sebab pemerintahan yang berpihak kepada rakyat, bekerja untuk rakyat , berjuang untuk rakyat akan selalu dicari-cari kelemahannya.
Oleh sebab itu Presiden Prabowo selalu mengingatkan kepada rakyat Indonesia senantiasa menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa, Presiden Prabowo juga menekankan bahwa persatuan dan solidaritas nasional adalah kunci kekuatan bangsa, dengan prinsip “jika bersatu, maka kuat”. Pesan ini sering disampaikannya untuk mendorong kerukunan elite, mengatasi masalah internal, serta memperkuat posisi Indonesia, baik dalam pembangunan ekonomi maupun diplomasi internasional.
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika global yang berpotensi merusak keharmonisan bangsa. Hal tersebut, menurut Presiden, merupakan fondasi penting dalam kehidupan berbangsa termasuk dalam memastikan stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional.Presiden Prabowo mengaku siap mengorbankan nyawa untuk rakyat Indonesia. Menurutnya, meninggal demi rakyat merupakan sebuah kehormatan.
“Saya dipilih, saya dilantik, saya akan mati untuk rakyat Indonesia. Bagi saya, mati untuk rakyat kehormatan,” ujarnya.
Prabowo mengajak semua pihak untuk merenungkan makna hidup dan pengabdian. Dia mengingatkan bahwa gajah mati meninggalkan gading, harimau meninggalkan belang, dan manusia meninggalkan nama.
“Lebih baik kita nanti dipanggil Tuhan membela kebenaran, membela rakyat, menyelamatkan masa depan bangsa kita yang mulia, kita terhormat. Kita pergi, kita menghadap yang maha kuasa dengan ikhlas,” ujarnya.
“Saya bekerja dan berjuang bukan untuk pribadi atau kepentingan kelompok ataupun keluarga, perjuangan saya mengharap ridho Allah SWT demi rakyat Indonesia, untuk anak-anak Indonesia. Saya sakit hati kalau rakyat kita dihina bangsa lain. Saya ingin anak-anak Indonesia sehat bertumbuh kembang dengan gizi seimbang, Indonesia sangat kaya, kita bisa menjadi bangsa yang besar dan hebat kalau kita semua mau bersatu bahu-membahu untuk kemakmuran rakyat.” Sambung Prabowo.
” Sebelum saya meninggal, Saya ingin menjadikan Indonesia menjadi negara bermartabat, terhormat. Saya ingin lihat tidak ada kemiskinan di Republik Indonesia. Anak-anak Indonesia kuat gembira, orang tuanya gembira. Saya ingin bangsa saya terhormat berdiri di atas kaki sendiri.”.


















