Kicaunews.com — Dalam rangka mempersiapkan pendirian kampus baru, jajaran pengelola Yayasan Ardaniah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pentingnya Blue Ocean Strategy untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Baru di Tengah Ketatnya Persaingan Pendidikan Tinggi.”
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk merumuskan arah pengembangan serta positioning institusi di tengah kompetisi pendidikan tinggi yang semakin dinamis.
FGD menghadirkan narasumber utama Dr. Asroi, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Kementerian Agama RI, yang memaparkan urgensi penerapan Blue Ocean Strategy sebagai pendekatan inovatif dalam mendirikan dan mengembangkan PTKIS baru.
Turut hadir Ketua Yayasan Ardaniah KH. Sudrajat Ardani Almakky serta Ketua Panitia Dr. Jamadi bersama para akademisi dan pemangku kepentingan.
Dalam pemaparannya, Dr. Asroi menegaskan bahwa pendirian kampus baru tidak cukup hanya berorientasi pada pemenuhan aspek administratif dan legalitas, tetapi juga harus dibarengi strategi yang jelas serta memiliki pembeda dari kompetitor.
“PTKIS baru harus mampu menciptakan ruang pasar baru dengan menghadirkan program studi yang relevan dengan kebutuhan zaman, memperkuat keunggulan berbasis nilai-nilai keislaman, serta mengintegrasikan teknologi dalam sistem pembelajaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Blue Ocean Strategy mendorong perguruan tinggi untuk tidak terjebak dalam persaingan langsung yang ketat atau red ocean, melainkan menciptakan diferensiasi melalui inovasi kurikulum, pelayanan akademik unggul, serta branding institusi yang kuat dan berkarakter.
Sementara itu, KH. Sudrajat dalam sambutannya menyampaikan komitmen penuh yayasan untuk mendukung pendirian Institut Agama Islam Ardaniah Serang sebagai kampus yang visioner dan berdaya saing sesuai visi dan misi yayasan. Ia menekankan bahwa kampus yang akan didirikan harus memiliki identitas jelas serta roadmap pengembangan jangka panjang.
“Kami ingin kampus ini hadir bukan sekadar menambah jumlah perguruan tinggi, tetapi benar-benar menjadi solusi pendidikan bagi masyarakat dengan kualitas dan ciri khas tersendiri,” tegasnya.
Ketua Panitia, Dr. Jamadi, menambahkan bahwa FGD ini merupakan langkah awal untuk menyerap berbagai masukan dari akademisi dan stakeholder. Ia berharap hasil diskusi dapat menjadi dasar penyusunan dokumen perencanaan strategis pendirian kampus, termasuk penentuan program unggulan serta strategi pemasaran pendidikan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai gagasan, mulai dari analisis kebutuhan pasar, penguatan tata kelola kelembagaan, pengembangan SDM dosen, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai daya tarik utama bagi calon mahasiswa.
Melalui FGD ini, proses pendirian PTKIS baru diharapkan dapat berjalan dengan perencanaan matang, inovatif, dan adaptif, sehingga mampu menciptakan peluang baru di tengah ketatnya persaingan pendidikan tinggi nasional sekaligus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.


















