Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Polri Berduka Atas Wafatnya Eyang Meri Hoegeng, Kapolri : Beliau Inspirasi Nyata

341
×

Polri Berduka Atas Wafatnya Eyang Meri Hoegeng, Kapolri : Beliau Inspirasi Nyata

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Kicaunews.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan duka mendalam menyusul kepergian Ibu Meriyati Roeslani Hoegeng (Eyang Meri) yang merupakan istri dari almarhum Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.

Jenderal Listyo Sigit mengatakan Korps Bhayangkara sangat kehilangan sosok Eyang Meri. Polri mengenang Eyang Meri sebagai saksi sejarah dan menjadi sosok teladan bagi seluruh anggota.

Example 300x600

“Semasa hidupnya, beliau menjadi inspirasi nyata bagi seluruh generasi penerus Polri dan Bhayangkari untuk terus menjaga marwah institusi. Kepada keluarga besar yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan tertulisnya melalui Humas Polri, Selasa ( 03/02/2026 ).

Eyang Meri berpulang pada Selasa (3/2) di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia meninggal di usia 100 tahun usai menjalani perawatan intensif. Eyang Meri lahir pada 23 Juni 1925 dari pasangan Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe.

“Polri sangat kehilangan sosok Eyang Meri. Beliau bukan sekadar saksi sejarah, tetapi juga pelita keteladanan bagi kami. Semasa hidupnya, beliau menjadi inspirasi nyata bagi seluruh generasi penerus Polri dan Bhayangkari untuk terus menjaga marwah institusi,” ungkap Kapolri

Meriyati dan Hoegeng menikah pada 31 Oktober 1946 di Yogyakarta dan dikaruniai tiga orang anak, yakni Sri Pamujining Rahayu, Reni Soerjanti, dan Aditya Soegeng Roeslani.

Jenderal Hoegeng adalah Kapolri kelima RI. Dia memimpin institusi penegak hukum itu kurun waktu 1968-1971. Semasa berkarier sebagai polisi, dia dikenal sebagai sosok yang tidak hanya berintegritas tinggi, tetapi juga berkomitmen untuk memberantas korupsi dan gratifikasi dalam tubuh kepolisian.

Pada era pemerintahan Presiden pertama RI, Soekarno, Hoegeng menjabat sebagai Menteri Luar Negeri pada 1965 dan kemudian diangkat sebagai Menteri Sekretaris Kabinet Inti pada 1966.

Hingga wafatnya pada 14 Juli 2004, nama Hoegeng selalu identik dengan integritas dan kesederhanaan yang tetap dikenang hingga saat ini.

Info yang Kicau News himpun, Jenazah Eyang Meri di semayamkan di rumah duka yang berada di Pesona Khayangan Estate DG – DH Mekar Jaya, Depok – Jawa Barat. Rencananya akan dimakamkan di Taman Pemakaman Bukan Umum ( TPBU ) Giritama, Tonjong – Bogor, Jawa Barat dimana lokasi almarhum Jenderal Hoegeng di makamkan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *