WANAREJA, Kicaunews.com – Di bawah rimbunnya tegakan pinus BKPH Wanareja, Administratur KKPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, S.Hut, tampak sibuk memeriksa wadah-wadah penampung getah.
Mengenakan seragam lapangan, ia tak segan masuk ke jalur-jalur sadapan untuk memastikan setiap tetes getah pinus yang dihasilkan memenuhi standar mutu.
Saat ditemui awak media di sela-sela kegiatannya, Eka menegaskan bahwa bulan Februari ini menjadi momentum krusial bagi peningkatan produksi.
Ia mengaku tidak ingin hanya menerima laporan dari balik meja.
“Kami ingin memastikan setiap proses di lapangan berjalan sesuai Rencana Operasional (RO). Bukan hanya soal seberapa banyak getah yang masuk, tapi mutunya harus benar-benar terjaga sesuai standar manajemen,” ujar Eka saat diwawancarai, Selasa (3/2).
Didampingi Asper BKPH Wanareja, Sholehan, Eka menjelaskan bahwa pengawasan harian ini bertujuan untuk meminimalisir kendala teknis yang bisa menghambat produktivitas.
Menurutnya, konsistensi antara perencanaan dan realisasi harian adalah kunci agar target bulanan tidak meleset.
Namun, di balik ketegasannya soal target, Eka menunjukkan sisi empati terhadap para petugas lapangan yang berhadapan langsung dengan medan yang menantang.
“Petugas di lapangan adalah ujung tombak kami. Saya selalu tekankan kepada mereka untuk tetap konsisten dan punya jiwa pantang menyerah. Tantangan pasti ada, tapi kami di jajaran pimpinan selalu mendoakan agar rekan-rekan diberi kelancaran dan kesehatan,” imbuhnya.
Menutup perbincangan, pria yang dikenal dekat dengan bawahannya ini melontarkan jargon yang membakar semangat para rimbawan yang hadir.
“Prinsipnya satu: bekerja keras dengan ikhlas. Salam rimbawan, anti sambat!” pungkasnya sambil tersenyum sebelum melanjutkan peninjauan ke titik sadapan berikutnya. (Red/Tugiman)


















