Kabupaten Bandung Barat,kicaunews.com — Kodam III/Siliwangi tengah menelusuri informasi yang menyebutkan adanya prajurit TNI yang diduga menjadi korban dalam bencana tanah longsor di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu, 24 Januari 2026.
Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran kabar tersebut. Pasalnya, belum ada data valid yang mengonfirmasi keterlibatan anggota TNI dalam daftar korban yang dinyatakan hilang.
“Belum ada laporan resmi atau data yang menyatakan adanya prajurit TNI menjadi korban longsor. Informasi tersebut masih kami telusuri,” ujar Mahmuddin.
Meski demikian, Mahmuddin menegaskan bahwa seluruh unsur Kodam III/Siliwangi tetap fokus membantu proses evakuasi dan pencarian korban bersama tim gabungan di lokasi bencana.
“Prioritas kami saat ini adalah kemanusiaan. Personel TNI bersama tim SAR, Polri, BPBD, dan relawan terus berupaya maksimal dalam proses pencarian dan evakuasi,” katanya.
Bencana longsor yang melanda Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, dilaporkan telah menyebabkan delapan orang meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 82 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Mahmuddin menjelaskan, upaya pencarian sempat beberapa kali terhenti akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Hujan deras disertai angin kencang serta kondisi tanah yang labil menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.
“Kami mengimbau seluruh personel dan relawan untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam proses pencarian, mengingat potensi longsor susulan masih cukup tinggi,” pungkasnya.*


















