BANYUMAS, Kicaunews.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat melakukan langkah strategis untuk mengamankan capaian produksi getah pinus tahun 2026.
Melalui instruksi langsung, Administratur (ADM) KPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, S.Hut, memerintahkan jajaran lapangan untuk menerapkan sistem “jemput bola” ke kantong-kantong produksi di wilayah hutan.
Langkah proaktif ini bertujuan untuk memangkas kendala logistik dan memastikan seluruh hasil sadapan dari para penyadap terserap secara maksimal dan tepat waktu ke Tempat Penimbunan Getah (TPG).
Penguatan Monitoring di BKPH Kawunganten
Dalam arahannya kepada jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kawunganten, ADM Eka Cahyadi menekankan bahwa efektivitas lapangan adalah kunci.
Secara khusus, beliau memberikan instruksi kepada PLH Asper BKPH Kawunganten, Totok Sugiyarto, untuk memperketat pengawasan operasional.
“Monitoring di lapangan tidak boleh kendur. Kita harus lebih dioptimalkan agar setiap potensi produksi di wilayah kerja dapat terkelola dengan baik demi mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan,” tegas Eka Cahyadi.
Membangun Mentalitas Juara: “Pasti Bisa”
Menghadapi tantangan di lapangan, terutama dinamika cuaca yang sering kali menghambat proses penyadapan, Eka Cahyadi memberikan pesan penutup yang membakar semangat para rimbawan.
Beliau menekankan bahwa faktor teknis harus didukung oleh soliditas tim yang kuat.
“Saya minta seluruh jajaran tetap kompak dan solid. Apapun cuaca dan situasinya di lapangan, kita harus tetap optimis. Dengan kerja keras dan kebersamaan, target ini pasti bisa kita raih,” pungkasnya. (Red/Tugiman)


















