CILACAP, Kicaunews.com – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus memperkuat komitmennya dalam menyinergikan kelestarian hutan dengan peningkatan ekonomi kerakyatan.
Melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rawa Timur, Perhutani melakukan sosialisasi intensif mengenai program Agroforestry Tahun 2026 kepada warga Desa Tritih Barat, Kabupaten Cilacap.
Kegiatan komunikasi sosial ini dilaksanakan langsung oleh jajaran Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Cilacap sebagai tindak lanjut instruksi dari Administratur/KKPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, S.Hut.
Harmonisasi Masyarakat dan Hutan
Dalam arahannya, Eka Cahyadi menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara Perhutani dan masyarakat desa sekitar hutan (MDTH).
Ia menegaskan bahwa seluruh pemanfaatan lahan harus berpijak pada regulasi yang berlaku.
“Kami ingin memastikan hubungan antara masyarakat dan Perhutani selalu terjalin baik.
Pemanfaatan kawasan hutan yang dikerjasamakan harus sesuai dengan undang-undang yang berlaku, sehingga memberikan kepastian hukum dan keamanan bagi warga dalam beraktivitas,” ujar Eka Cahyadi.
Dampak Ekonomi Riil: Tambak dan Pembenihan
Program Agroforestry yang dijalankan di wilayah BKPH Rawa Timur tidak hanya sekadar penanaman pohon, namun juga menyentuh sektor perikanan darat.
Program ini terbukti menjadi pilar ekonomi penting bagi warga sekitar melalui:
Optimalisasi Lahan Tambak: Pemanfaatan sela kawasan hutan untuk budidaya ikan/udang.
Pembenihan Ikan: Memberikan peluang usaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.
“Agroforestry yang ada saat ini sangat membantu ekonomi masyarakat.
Melalui penghasilan dari tambak dan pembenihan ikan, taraf hidup warga sekitar hutan dapat meningkat tanpa merusak ekosistem hutan itu sendiri,” tambah Eka.
Harapan ke Depan
Melalui sosialisasi program tahun 2026 ini, diharapkan masyarakat Desa Tritih Barat semakin memahami hak dan kewajibannya dalam kemitraan kehutanan.
Sinergi ini diharapkan mampu menjaga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan sekaligus motor penggerak ekonomi hijau di wilayah Cilacap. (Red/Tugiman)


















