Kicaunews.com — Camat Pondok Aren, Hendra, memberikan klarifikasi terkait ketidakhadirannya dalam rapat koordinasi yang membahas persoalan Sampah di Tangerang Selatan.
Ketidakhadiran tersebut disebut-sebut karena adanya agenda berwisata ke Bandung bersama para lurah di wilayah Pondok Aren.
Saat dikonfirmasi Kicaunews.com pada Sabtu (10/1/2026), Hendra menjelaskan bahwa agenda kebersamaan tersebut telah direncanakan jauh sebelum adanya undangan rapat.
Kegiatan itu diinisiasi oleh para lurah sebagai bentuk kebersamaan dan evaluasi kinerja setelah melewati tahun 2025 yang penuh tantangan.
Menurutnya, kekompakan tim menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan roda organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami sengaja memilih awal tahun karena biasanya pekerjaan masih relatif lengang. Kegiatannya sederhana, patungan, dan tidak menggunakan anggaran APBD,” ujarnya.
Terkait rapat koordinasi yang berlangsung secara mendadak, Hendra menegaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Pondok Aren tetap terwakili. Para lurah diwakili oleh sekretaris lurah, sementara dirinya diwakili oleh kepala seksi dan staf yang menangani langsung persoalan persampahan.
Hasil rapat tersebut, lanjut Hendra, tetap dilaporkan dan ditindaklanjuti melalui komunikasi internal, termasuk grup WhatsApp.
Ia juga menepis anggapan bahwa ketidakhadirannya berdampak pada penanganan sampah di wilayah Pondok Aren.
Menurutnya, kondisi persampahan masih dalam kategori aman dan terkendali berkat koordinasi yang terus dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), aparat wilayah, dan masyarakat.
“Penanganan sampah itu kami lakukan setiap hari secara bersama-sama. Jadi meskipun saya pergi satu hari, pekerjaan tetap berjalan karena ada tim,” katanya.
Hendra menambahkan bahwa penilaian kinerja merupakan hal yang wajar dan terbuka untuk evaluasi.
Ia mengakui sebagai manusia biasa tentu memiliki keterbatasan, namun berharap kontribusi yang telah diberikan jajaran Kecamatan Pondok Aren dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami tetap fokus dan concern terhadap persoalan sampah serta pelayanan publik,” pungkasnya.
(Alan Pratama)


















