Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Azis Khafia : MH.Thamrin, Kaum Betawi progresif dan Revoluioner

399
×

Azis Khafia : MH.Thamrin, Kaum Betawi progresif dan Revoluioner

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kicaunews.com, Jakarta –
Lahir tahun 16 februari 1894 dari seorang Ayah berdarah eropa (inggris), Matseni atau Bang Ni, begitu orang kampung menyapanya. Meski hidup berkecukupan atawa orang “berada” namun ia memilih tetap berkeringat dan tumbuh bersama orang-orang kampung, saban pagi ia sempatkan menyapa Entong, meski fasih berbahasa Belanda Ia tetap mengerek bendera kaum Betawi.

Detje anak semata wayangnya saben waktu luang diajak keliling kampung-kampung yang becek dan kotor, sambil bilang _”liat de, itu orang kite, orang pribumi yang hidup berdamai dengan kemiskinan dan kampung yang becek..”_ dari perjalanannya bersama Detje maka Bang Ni santer menyuarakan kampong Verbethring (perbaikan kampung) didepan para penggede yang punya kuase di Batavia.

Example 300x600

MH.Thamrin bukan sekedar jadi kang tesuir di mimbar atawa radio, ia satunya kata dan perbuatan, dari kantongnya sendiri ia beli lahan dan bangun Lapangan bola supaya anak-anak bisa maen bola di tanah lapang (lapangan petojo sekarang). Bagi buaya keroncong atawa kang maen topeng, Bang Ni jadi sponsor mereka mentas dipanggung yang rada mendingan, misalnya festival seni budaya di Gambir (cikal bakal Pekan Raya Jakarta).

Jangan kate orang, segala.binatang aje die pikirin, banyaknya lalu lalang sado ma kang delman di Batavia, MH.Tahmrin bangunkan
Kombongan kuda (parkir untuk kuda), mungkin kalo sekarang area parkir buat mobil dan motor. Itu secuil dia punya buatan di kampungnya di tanah Betawi.

Pada lakon yang lebih luas yakni sekala nasional, inilah ide besar yang kesohor ke seluruh nusantara bahkan negeri laennya. Di sidang volksraads yang berisi orang belanda dan pribumi terpelajar, MH.Tahmrin tereak lantang ;
_”Saatnya Indonesia berparlement !,_
_Indonesia berpartai !_
_Gunakan bahasa Indonesia !dalam sidang Volksraads !_

Bukan cuma lantang di forum nasional, MH.Thamrin membeli rumah di senen (jl.Kenari sekarang) untuk kongkow-kongkow generasi bangsa untuk berdiskusi dan curah gagasan kebangsaan. Gedung itu dijadikan gedung pemufakatan untuk pergerakan kaun Nasionalis masa itu (sekarang museum MH.Thamrin).

Detik detik terakhir MH.Thamrin

Hampir seminggu MH.Tahmrin menjadi tahanan rumah, dengan tuduhan politik yang keji. Jangankan tetamu, bahkan dokter Muhtar Prabunegara sebagai dokter keluargapun dilarang datang. Sejak awal januari 1941 MH.Thamrin terkena demam yang serius, fisiknya makin melemah. Fikiranya masih saja mengembara kemana-mana memikirkan nasib bangsanya, ia memang memilih jalur kooperatif dalam sikap politiknya, namun sikap kritis dan cita-cita kebangsaannya sangat tinggi, inilah yang bikin kompeni kuatir. Rumah MH.Thamrin dalam pengawalan PID…menjelang tanggal 10 januri malam, karena makin melemah dan kritis Detje dan Entong.minta dipanggilkan dokter keluarga, namun permintaan mereka ditolak. PID justru mendatangkan seorang dokter belanda yang tidak dikenal, dokter tersebut terlihat menyuntikan obat kepada Bang Ni. Makin malam kondisi Bang Ni bukan makin membaik malah makin melemah dan menjelang subuh Bang ni wafat. Teriakan Entong memekik kesedihan mendalam hingga masjid, langgar-langgar mengabarkan kepergian MH.Thamrin 11 januari 1941.
.
Kesedihan berbaur amarah orang kampung berduyun-duyun tanpa komando datang ta’ziah ke Sawah besar jadilah Sawah besar lautan manusia saat itu. Selepas Habib Ali al Habsy mengimami sholat jenazah, keranda jenazah seperti berjalan sendiri dari Sawah Besar ke Karet Bivak, saking antusias dan takzimnya masyarakat ingin mengantarkan. Bung Karno sangat kagum dengan pemikiran, pengorbanan dan perjuangan MH.Thamrin yang gigih memperjuangkan kemerdekaan, ; _”Dia lah pejuang berkepala batu, teguh dalam pendirian dan komitmen dengan kaumnya, saya letakan batu ini sebagai simbol penghormatan saya..”_ dari sekian banyak makam di karet bivak, hanya makam MH.Thamrin yang ada batu besar pada bagian atasnya. Majelis Kaum Betawi akan mengadakan haul MH.Thamrin yang ke 85 pada 11 januari 2026, guna mengenang kiprah perjuangannya sekaligus meneladaninya,ungkap Azis Khafia dalam keterangan nya. Jumat (9/1).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *