Kicaunews.com-
Ulama kibar (senior) dalam Islam memiliki kedudukan sangat penting sebagai pewaris nabi, pelita umat, dan rujukan utama saat fitnah, membawa bimbingan ilahi, penjaga tradisi, serta agen perubahan yang membimbing umat pada jalan kebenaran dengan ilmu dan akhlak mulia, menjadi sumber keberkahan, namun harus dihormati tanpa ghuluw (berlebihan) karena mereka adalah pewaris ilmu dan kebijaksanaan yang menuntun ummat pada jalan lurus.
Rasulullah menegaskan bahwa keberkahan itu dengan jalan mengikuti bimbingan dan arahan ulama kibar.
البَرَكَةُ مَعَ أَكَابِرِكُمْ
Keberkahan itu bersama orang-orang senior di antara kalian.” (HR. At-Thabrani dan al-Hakim, serta disahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih at-Targhib wat Tarhib)
Indikator Ulama Kibar
Menguasai Al-Qur’an dan Hadis secara mendalam.
Memiliki akhlak terpuji dan menjauhi duniawi.
Memiliki sanad keilmuan yang jelas hingga Rasulullah SAW.
Tidak membenci kekuasaan, tetapi dibutuhkan oleh penguasa.
Berada di barisan kaum tertindas dan membenci penindasan.
keberkahan suatu amalan tidak akan tercapai ketika seorang hamba tidak memerdulikan arahan dan bimbingan ulama kibar. Bahkan akan menjadi malapetaka yang membinasakan, jika bimbingan ulama diselisihi. Justru bimbingan orang-orang berusia muda dan sedikit ilmunya yang lebih diutamakan. Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu mengatakan,
لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا أَخَذُوا الْعِلْمَ عَنْ أَكَابِرِهِمْ، فَإِذَا أَخَذُوهُ عَنْ أَصَاغِرِهِمْ، وَشِرَارِهِمْ هَلَكُوا
Umat manusia akan senantisa berada dalam kebaikan, selama mereka mengambil ilmu (mengikuti bimbingan, pent.) dari ulama kibar. Apabila mereka mengambilnya dari orang-orang yang masih muda dan orang-orang yang jelek di antara mereka, mereka akan binasa.” (HR. Ibnu Abdil Barr dan al-Lalikai)
Muga bermanfaat.


















