BANYUMAS, Kicaunews.com – Menghadapi puncak musim penghujan yang disertai angin kencang, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat bergerak cepat melakukan mitigasi bencana.
Langkah ini diwujudkan melalui aksi pengamanan dan pembersihan pohon yang dianggap membahayakan pengguna jalan di sepanjang jalur kawasan hutan, khususnya di wilayah BKPH Kawunganten.
Langkah preventif ini diambil atas instruksi langsung Administratur (ADM) KKPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, S.Hut.
Ia memerintahkan jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kawunganten untuk melakukan penyisiran terhadap pohon-pohon tua, dahan yang lapuk, maupun tajuk pohon yang terlalu condong ke badan jalan raya.
Sinergi Lintas Sektoral (Linsek)
Aksi di lapangan menunjukkan soliditas antar-instansi.
Personel Perhutani bahu-membahu bersama petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan Tagana.
Sinergi ini merupakan bentuk nyata koordinasi lintas sektoral yang selama ini terjaga dengan baik di wilayah Kabupaten Banyumas dan sekitarnya.
“Keselamatan publik adalah prioritas utama kami. Melalui koordinasi yang solid dengan BPBD, TNI, Polri, dan Tagana, kami berupaya meminimalisir risiko pohon tumbang yang dapat mengancam keselamatan pengendara,” ujar Eka Cahyadi, S.Hut. dalam keterangannya.
Wujudkan Rasa Aman Bagi Pengguna Jalan
Kegiatan pemangkasan dahan dan penebangan pohon rawan ini difokuskan pada titik-titik strategis di mana kawasan hutan bersinggungan langsung dengan akses utama jalan raya. Selain mencegah korban jiwa dan kerusakan materiil, aksi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama cuaca ekstrem.
“Kami berharap dengan adanya pembersihan ini, masyarakat pengguna jalan merasa lebih nyaman dan aman saat melintasi kawasan hutan, terutama saat hujan turun. Ini adalah komitmen kami dalam pelayanan publik dan perlindungan hutan,” tambah beliau.
Pihak KPH Banyumas Barat juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati saat berkendara dalam kondisi hujan lebat serta segera melaporkan jika melihat ada pohon yang kondisinya mulai membahayakan di sepanjang jalur hutan. (Red/Tugiman)


















