BANYUMAS, Kicaunews.com – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus menggencarkan program pembinaan rutin bagi kelompok penyadap pinus di wilayah kerjanya.
Langkah proaktif ini dilakukan guna mengawal dan mendorong peningkatan produksi getah pinus secara signifikan, terutama dalam upaya mencapai target yang ditetapkan pada akhir tahun 2025.
Administratur KPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, telah mengeluarkan instruksi tegas melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Sidareja.
Instruksi tersebut mewajibkan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) untuk secara konsisten menggelar pertemuan rutin sekaligus memberikan pembinaan teknis kepada para penyadap.
“Pembinaan dan pertemuan rutin adalah kunci. Kami ingin memastikan para penyadap bekerja dengan metode terbaik, tidak hanya demi kuantitas, tetapi juga kualitas getah. Ini adalah upaya kolektif kita untuk mendorong lonjakan produksi sesuai target menjelang akhir tahun 2025,” ujar Eka Cahyadi.
Filosofi Ikhlas dan Komitmen Hasil
Dalam kesempatan tersebut, Eka Cahyadi juga menyampaikan pesan motivasi yang mendalam kepada seluruh jajaran pelaksana dan penyadap di lapangan.
Ia menekankan pentingnya mentalitas pantang menyerah dalam menghadapi tantangan di sektor kehutanan.
“Jangan pernah menyerah pada situasi dan kondisi. Tetap berusaha, berdoa, dan yang utama: laksanakan dengan ikhlas.
Ini adalah filosofi kami. Sebab, insya Allah keringat tidak akan menciderai hasil,” tegas beliau, menumbuhkan optimisme bahwa kerja keras dan ketulusan akan membuahkan pencapaian maksimal.
Program pembinaan ini merupakan wujud komitmen KPH Banyumas Barat untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan, sekaligus memastikan kesejahteraan para penyadap melalui peningkatan hasil panen yang optimal.
Dengan sinergi antara manajemen KPH dan para pekerja, diharapkan sektor produksi getah pinus dapat memberikan kontribusi ekonomi yang kuat bagi daerah dan Perhutani. (Red/Tugiman)


















