Kicaunews.com, Nasihat ulama merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, Sang Pemberi Perlindungan satu-satunya, serta membimbing pada sikap dan tindakan yang benar dalam menghadapi cobaan hidup bagi yang tertimpa bencana.
Menurut pandangan Syekh Abdul Qadir al-Jilani, bencana tidak datang sebagai azab bagi orang mukmin. Namun sebaliknya sebagai bentuk cobaan.
Beliau berkata:
واعلموا ان البلية لم تأت المؤمن لتهلكه وانما اتته لتختبره
Ketahuilah bahwa cobaan tidak datang kepada seorang mukmin untuk merusaknya, namun datang untuk menguji keimanananya.
Menurut pemilik julukan sulthânul auliyâ’ (pemimpin para wali) itu, mukmin diberi musibah oleh Allah, agar diuji sebatas mana tingkat keimanannya. Apakah ia semakin jauh dari Tuhan, apakah semakin dekat.
Banyak kita jumpai, orang yang terkena bencana, ia frustasi, pesimis, bahkan menyalahkan orang lain dan menyalahkan Tuhan.
Agama melarang seorang mukmin untuk mencari-cari kesalahan orang lain. Ditegaskan dalam firman-Nya:
وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا
Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.” (QS al-Hujurat: 12)
Bencana mengajarkan kepada kita untuk menjadi pribadi mukmin yang lebih berkualitas , lebih dewasa dalam menghadapi ujian hidup.
Muga bermanfaat


















