Jakarta, Kicaunews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah World Cities Culture Forum (WCCF) 2027, ajang bergengsi yang mempertemukan 55 kota dari enam benua untuk membahas pengembangan budaya dan kreativitas sebagai pilar pembangunan kota.
Kesiapan ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat menghadiri WCCF 2025 bertema “Stronger Together: Culture in a Changing World” di Amsterdam, Belanda, Kamis (16/10/2025).
“Kebudayaan adalah bahasa universal yang mempertemukan kota-kota dunia. Dengan menjadi anggota WCCF, Jakarta memperkuat diplomasi budaya sekaligus membuka jalan bagi wisata, kolaborasi kreatif, dan investasi berkelanjutan,” kata Rano.
Jakarta, Satu-satunya Kota Asia Tenggara di Forum Dunia
WCCF 2025 yang digelar pada 15–17 Oktober dibuka oleh Deputy Mayor for Arts & Culture Amsterdam, Touria Meliani, yang menegaskan pentingnya kolaborasi budaya lintas kota untuk menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan regenerasi ruang publik.
Menariknya, Jakarta menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara yang bergabung dalam forum ini sejak dua tahun lalu. Tahun ini, Jakarta menggandeng Milan dalam program unggulan WCCF, Leadership Exchange Program 2026, yang bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan budaya secara global.
Kolaborasi Jakarta–Milan Angkat Tema “Public Art and Co-Creation”
Melalui kolaborasi ini, Jakarta memperkenalkan program “Titik Temu (The Meeting Point)”, yang mengintegrasikan kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya di tingkat komunitas atau kampung.
Sementara Milan menampilkan strategi “Breaking the Museum Bubble” lewat kolaborasi antara MUDEC (Museum Kebudayaan) dan Art in Public Spaces Office, guna menarik minat generasi muda pada seni publik.
Kedua kota akan saling bertukar delegasi pada 2026, masing-masing mengirimkan lima perwakilan, dengan seluruh pembiayaan ditanggung oleh WCCF.
Rano menyebut, kolaborasi semacam ini menjadi bukti bahwa Jakarta siap naik kelas sebagai kota global dengan identitas budaya yang kuat dan inklusif.

















