CILACAP, Kicaunews.com – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus mengintensifkan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dengan memperkuat koordinasi bersama satuan samping di wilayah kerjanya. Senin (13/10/2025)
Langkah proaktif ini diambil sebagai respons terhadap cuaca yang terus berubah-ubah dan potensi bencana hidrometeorologi.
Koordinasi lapangan secara khusus dilaksanakan di wilayah yang memiliki kerawanan tinggi. Dalam hal ini, Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sidareja mengambil inisiatif untuk berkordinasi langsung dengan Basarnas Cabang Sidareja.
Fokus utama dari koordinasi ini adalah menyusun strategi cepat tanggap dan berbagi informasi terkait potensi ancaman seperti banjir dan tanah longsor yang sering terjadi di sekitar kawasan hutan, terutama mengingat Sidareja dan sekitarnya dikenal sebagai daerah yang memiliki kerawanan bencana hidrometeorologi.
Menyikapi pentingnya kesiapsiagaan ini, Administratur Kesatuan Pengelolaan Hutan (KKPH) Banyumas Barat memberikan pesan tegas kepada seluruh jajarannya.
“Saya tegaskan, Asper dan seluruh petugas di lapangan harus tetap memprioritaskan dan terus menjalin kordinasi yang erat dengan segenap stakeholder di wilayah kerja masing-masing,” ujar Administratur KKPH Banyumas Barat.
Beliau menekankan bahwa sinergi lintas sektor—mulai dari Basarnas, instansi pemerintah daerah, TNI/Polri, hingga Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH)—adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan alam.
“Tujuan kita jelas, yaitu memastikan seluruh langkah pencegahan dan penanggulangan bencana terintegrasi.
Ini adalah upaya kolektif demi menciptakan wilayah kerja yang aman, kondusif, serta meminimalisir risiko kerugian materiil maupun korban jiwa akibat perubahan cuaca,” tutupnya.
Catatan: Dalam penulisan rilis berita resmi, nama lengkap Administratur KPH Banyumas Barat (saat ini kemungkinan Bapak Eka Cahyadi, S.Hut.) akan dicantumkan jika data tersebut tersedia.
Karena informasi yang Anda berikan bersifat anonim (“Beliu Administratur”), penyebutan jabatan saja sudah cukup kuat. (Humas/Tugiman)


















