Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerahNewsParlemen

Langsung Gercep, Dinsos Pandeglang Datangi Lansia Lumpuh Terlantar di Desa Montor

1056
×

Langsung Gercep, Dinsos Pandeglang Datangi Lansia Lumpuh Terlantar di Desa Montor

Sebarkan artikel ini
Pejabat Fungsional Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, didampingi Plt. TKSK Pagelaran, saat meninjau datang ke lokasi Jumanah, Perempuan Lansia yang saat ini Kondisinya lumpuh total. (Dokumen Redaksi/Haji Merah)
Example 468x60

PANDEGLANG, KICAUNEWS.COM- Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang melalui Bidang Rehabilitasi Sosial, mengunjungi Jumanah (60) tahun, seorang perempuan lanjut usia (Lansia) lumpuh dan terlantar, di kampung Montor Timur, Desa Montor, Kecamatan Pagelaran, Senin (22/09).

Kunjungan tersebut, dilakukan pihak Dinas Sosial, merespon kritik dari Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang, yang sebelumnya mendorong agar Dinas Sosial bisa lebih selektif dalam melakukan pendataan pada penerima Bantuan Sosial (Bansos) di setiap wilayah di Pandeglang.

Example 300x600

“Kami tadi sudah home visit (cek lokasi) dari Montor, dan melihat kondisi ibu Jumanah” kata Enok, Pejabat Fungsional Bidang Rehabilitasi Sosial, Senin (22/09) kepada wartawan melalui keterangan tertulis.

Selain meninjau langsung kondisi Jumanah, Dinsos Pandeglang juga menyarankan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Montor, untuk segera membuatkan administrasi kependudukan (Adminduk) untuk Jumanah, yang saat ini kondisinya lumpuh dan sebatang kara itu.

Menurut Enok, hal itu dilakukan agar, data Jumanah (60) sebagai warga negara yang masuk kategori lansia itu bisa segera diusulkan sebagai penerima Bansos, baik dari Kabupaten maupun Provinsi.

“Kami menyarankan ke desa untuk menempuh langkah pembuatan Adminduk dan mengusulkan data melalui operator desa, supaya bisa diusulkan bantuan sosial,” kata Enok, kepada wartawan.

Diketahui, dari hasil investigasi wartawan Media Group Kicau di lapangan, Jumanah (60) selama ini hidup tanpa dokumen kependudukan sebagaimana warga negara Indonesia pada umumnya.

Dokumen Redaksi (Haji Merah)

Dengan kondisi lumpuh dan hidup sebatang kara, membuat Jumanah, semakin rentan, namun luput dari perhatian pemerintah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang, Tb. Udi Juhdi, menegaskan bahwa kasus Jumanah menjadi bukti lemahnya sistem pendataan Bansos oleh Dinsos Kabupaten Pandeglang.

“Seharusnya Ibu Jumanah otomatis masuk daftar penerima. Tapi faktanya tidak. Ini karena Dinsos tidak selektif dalam verifikasi. Ini catatan buruk,” kata Udi Juhdi, Minggu (21/09) kemarin.

Politisi Partai Gerindra itu menekankan agar, Dinsos Pandeglang bisa segera memperbaiki mekanisme pendataan dan juga sistem verifikasi penerima Bansos, serta memastikan kasus serupa tidak kembali terulang.

“Kami di DPRD akan memberi bantuan swadaya sebisa kami. Tapi yang paling penting, Dinsos harus menjadikan kasus Ibu Jumanah ini prioritas. Bansos harus tepat sasaran, jangan sampai yang berhak terabaikan, sementara yang mampu justru menikmati,” terang Udi, Anggota DPRD Pandeglang dua periode itu.

Senada dengan pihak Dinsos Pandeglang, Plt. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pagelaran, Amid mengatakan, kunjungan pihak Dinsos Pandeglang ke Desa Montor membawa banyak manfaat, sekaligus angin segar bagi Jumanah dan keluarganya.

Menurut Amid, Dinsos Pandeglang telah memprioritaskan Jumanah, perempuan lansia yang lumpuh itu, sebagai orang yang berhak menerima bantuan sosial.

“Tadi sudah ada kunjungan dari Dinsos, Alhamdulillah. Nanti jika sudah dibuatkan Adminduk nya, nanti pihak dinas juga akan memprioritaskan ibu Jumanah.” Katanya.

Amid juga mengatakan, “Jadi tadi juga diberikan bantuan lagi, itu pihak Dinsos memberikan sembako, bentuknya banyak, ada beras, susu dan lain-lain,” terangnya. (Haji Merah)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *