Jateng, Kicaunews.com – Pertarungan pilkada di berbagai pelosok tanah air makin sengit, terlebih di jawa tengah di mana figur dua Jenderal sedang berkompetisi merebut hati pemilih. Minggu, (13/10/24)
Dan tren yang terjadi menurut Ust Reza sebagaimana di Jakarta, Banten, jabar dan jatim, calon yang di dukung penguasa sedang latah borong partai, sehingga masyarakat seolah tidak memiliki pilihan, jika koalisi karena kesamaan visi tidak menjadi masalah, namun yang terjadi seperti “pemaksaan” koalisi dengan deal-deal tertentu dari pusat kekuasaan, hal ini tidak sehat dalam kehidupan demokrasi. Jelas Ust Reza
Lanjut Ust Reza Menuturkan, Yang perlu di cermati, pemilih Pdip sangat unik dan fanatik, dan sudah terbukti saat pileg betapapun besar tekanan dan intimidasi Pdip tetap menjadi jawara secara nasional dan mendapat kursi terbanyak di parlemen
Begitu pula di jateng dari mulai kabupaten brebes, tegal, pemalang, pekalongan, batang sampai semarang sejak era Reformasi hampir semua kepala daerah adalah kader Pdip, Jadi betapapun di “keroyok” partai-partai, pasangan Jenderal Andika-Hendi potensian menang di pilkada jateng insya Allah. tutup Ust Reza di akhir wawancara


















