Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Bupati Tapsel Dimintai Tanggung Jawab Oleh Ratusan Massa Soal ‘Video Viral

427
×

Bupati Tapsel Dimintai Tanggung Jawab Oleh Ratusan Massa Soal ‘Video Viral

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tapsel, Kicaunews.com – Ratusan massa berbagai organisasi yang berhimpun di Gerakan Peduli Demokrasi Tapanuli Selatan (GERPED-Tapsel) tuntut tanggung jawab Bupati Tapsel Dolly Pasaribu atas isi video yang viral di tengah masyarakat.

Video itu berisikan perintah Bupati Tapsel kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) untuk melanggar netralitas. Dengan cara meminta Camat dan Lurah mengerahkan pemuda ‘menyisir’ warga yang tidak mendukung pencalonan Dolly di Pilkada Tapspel 2024 dari jalur perseorangan.

Example 300x600

Tuntutan itu mereka sampaikan dalam aksi unjukrasa di kantor Bupati dan kantor Bawaslu Tapsel, Selasa (6/8/2024). Ratusan massa ini berasal dari DPP PERMACEN, AMPERA, GEMAS, AMPUN Tabagsel, GEMA Tabagsel dan HAMPAR Tabagsel.

Aksi unjuk rasa damai ini menyikapi rasa kekecewaan terhadap Bupati Tapanuli yang diduga sudah tidak wajar dalam sikapnya, terkait kontestasi pilkada 2024 di Tapanuli Selatan.

Dolly Pasaribu diduga telah menciderai demokrasi dengan cara melibatkan Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk memuluskan pencalonannya bersama Ahmad Buchori Siregar sebagai Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Tapsel jalur perseorangan.

Dalam tuntutannya, Zulfahri Siregar sebagai salah satu penanggung jawab aksi meminta Bupati Tapsel bertanggung jawab dan mengklarifikasi isi video di sebuah acara di Kecamatan Sayurmatinggi yang sudah beredar luas di tengah masyarakat.

Sebagai Bupati, Dolly harusnya lebih fokus menjalankan tugas di akhir masa jabatannya. Bukan malah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat atas statemennya yang diduga sangat kontroversial.

Selanjutnya Sarif Muliadi meminta dan mendukung Aparat Penegak Hukum (APH) khususnya Polisi dan Bawaslu Tapsel menindak Dolly Pasaribu beserta para ASN dan Tenaga Honorer yang terlibat dalam dugaan kasus pemalsuan tanda tangan pada lembar dukungan calon Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Selatan.

Sebab, berdasarkan informasi yang kami peroleh, Dolly Pasaribu telah diundang Dirreskrimum Polda Sumatera Utara untuk mengklarifikasi dugaan pemalsuan dokumen dan tanda tangan tersebut.

Setelah kurang lebih 90 menit massa berorasi, pihak pemkab (Staf Ahli, Ali Akbar) datang menenui massa. Namun massa menolaknya, karena dianggap tidak kompeten untuk menanggapi itu.

Yang diharapkan massa adalah Dolly Pasaribu sendiri yang langsung menjelaskan dan menjawab semua pertanyaan-pertanyaan massa.

Karena Dolly-lah yang diduga menjadi sumber dari segala permasalahan ini.
Akhirnya dengan rasa kecewa, massa membubarkan diri dan menyatakan sikap mosi tidak percaya kepada Bupati Tapanuli Selatan Dolly Pasaribu. (ril)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *