Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Kondusifitas Daerah Untuk Pilkada Tapsel Jurdil dan Damai

409
×

Kondusifitas Daerah Untuk Pilkada Tapsel Jurdil dan Damai

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LlllTapsel, Kicaunews.com – Anggota Komisi XI DPR RI, Gus Irawan Pasaribu ajak warga Tapanuli Selatan (Tapsel) hindari investasi bodong, pinjaman online (pinjol), terlebih judi online (judol), dengan cara 2L. Yaitu pastikan secara logika, dan legalitasnya.

“Jika hal yang ditawarkan di luar logika, harus dihindari. Dan perlu juga dicari tahu legalitasnya,” kata Gus Irawan yang juga merupakan mantan Direktur Utama PT. Bank Sumut tiga periode tersebut.

Example 300x600

Sebab menurutnya, pinjaman online dan judi online kerap membuat orang menjadi malas dalam bekerja dan boros dalam pengelolaan keuangan. Sehingga, akan mengalami kemerosotan perekonomian.

Hal itu disampaikan Gus Irawan Pasaribu fi sela pertemuan dengan masyarakat di Desa Pargarutan Tonga, Kecamatan Angkola Timur, pada Jum’at (6/9/2024).

Lebih lanjut, Gus menyebutkan agenda nasional yaitu Pilkada serentak nanti yang juga diikuti Tapanuli Selatan, kondusifitas daerah harus tetap dipertahankan sehingga Pilkada berlangsung jujur, adil dan damai.

“Keikutsertaan kami dalam kontestasi pilkada Tapsel adalah atas perintah partai dan keputusan rapat keluarga besar Yayasan Haji Hasan Pinayungan,” ujarnya.

Bila terpilih nanti, antara lain memastikan terlaksananya program Presiden terpilih Prabowo Subianto di daerah serta menyahuti berbagai harapan masyarakat Tapsel tentang perlunya percepatan pembangunan ke depan.

“Karena faktanya di tiga tahun belakangan ini pembangunan di Kabupaten Tapanuli Selatan terjadi perlambatan di berbagai sektor, seperti infrastruktur jalan yang banyak yang rusak,” sebut Gus Irawan.

Di perrtemuan ini, Ketua Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (Forkala) Tapsel Sutan Soripada Mulia Harahap menilai, pasangan calon Gus Irawan dan Jafar Syahbuddin Ritonga serasi dan saling melengkapi.

“Dan jika terpilih nanti menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tapsel, kiranya lembaga adat diikutsertakan dalam memberhasilkan pembangunan seperti di saat Pak Syahrul memimpin daerah kita ini,” harapnya

Syahrul M. Pasaribu, mantan Bupati Tapsel meminta warga, agar dalam menghadapi Pilkada 27 November mendatang, selalu menjaga kekompakan dan kebersamaan seperti yang tergambar di pertemuan itu.

“Pilihlah pasangan calon yang diyakini mampu mengakselerasi pembangunan yang melambat tiga tahun belakangan ini dengan melihat latar belakang dan jaringan (networking) dengan pemerintah atasan,” pesan Syahrul.

Karena, katanya, percepatan pembangunan tidak cukup hanya dengan mengandalkan APBD Tapsel saja. Pemimpin daerah harus mampu menghadirkan program pemerintah provinsi maupun pusat di daerah sendiri.

Di kesempatan itu, warga menyampaikan keluhan terkait berbagai hal. Seperti lahan kebun yang menjadi sumber kehidupan, tetapi terus bersengketa dengan perusahaan bubuk bertas.

“Kami mohon bapak bisa memberi solusi pada lahan kebun kami yang sedang dalam sengketa dengan perusahaan. Setiap hari kami dilanda rasa was-was,” pinta Yonni, warga Desa Marisi.

Sedangkan Henrima Harahap dan Sirun Halomoan dari Pasar Pargarutan keluhkan kerusakan jalan di Tapsel, utamanya jalan Batu Jomba dua tahun belakangan sangat mengganggu, termasuk jalan batas Tapsel-Sidimpuan yang memerlukan pelebaran.

Menyahuti itu, Gus Irawan menegaskan, seorang pemimpin sejatinya tidak boleh menghindar atau lari dari masalah yang melanda warganya, misalnya pertikaian warga dengan perusahaan bubuk kertas.

Pemimpin harus hadir memberi solusi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Demikian halnya untuk penanganan Jalan Batu Jomba yang harus secara serius diperjuangkan dengan pemerintah pusat.

“Sebagai informasi mengenai Jalan Batu Jomba, agar dapat ditangani tahun depan, saya sudah komunikasi dengan pimpinan komisi V DPR-RI sebagai mitra kerja kementerian PUPR,” ungkap Gus Irawan.

Kunjungan kerja Gus Irawan yang dihadiri seribuan warga itu turut dihadiri Anggota DPRD Tapsel Armen Sanusi Harahap, Heriansyah, Abdul Basith Dalimunthe, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta ratusan anggota BKMT Angkola Timur. (ril)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *