KICAUNEWS.COM, JAKARTA– Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Administrasi Jakarta Timur kembali menggelar program rutin “Jumat Sehati SAHABAT” (Siraman Rohani Berintegritas dan Bertakwa). Pada edisi kali ini, yang berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, lembaga pengawasan pemilu menghadirkan tema yang sangat relevan dengan tantangan demokrasi saat ini: “Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dalam Pengawasan Pemilu”.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting, memungkinkan partisipasi luas dari berbagai elemen masyarakat dan penyelenggara pemilu. Sebagai narasumber utama, hadir Taufik Hidayatulloh, Anggota Bawaslu Kota Jakarta Timur, yang akan membedah bagaimana prinsip-prinsip Islam tentang perintah berbuat baik dan larangan kemungkaran dapat diimplementasikan secara konkret dalam ekosistem pengawasan pemilu yang berintegritas.
Sinergi Spiritualitas dan Integritas Pemilu
Program “Jumat Sehati SAHABAT” sendiri merupakan inovasi Bawaslu Jakarta Timur untuk menyelaraskan kesehatan jasmani dan rohani bagi para pengawas pemilu. Melalui tagline “Ayo Awasi Bersama”, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai siraman rohani, tetapi juga sebagai ruang refleksi kolektif untuk memperkuat fondasi moral dalam menjalankan tugas kenegaraan.
Tema “Amar Ma’ruf Nahi Mungkar” dipilih sebagai bentuk penegasan bahwa pengawasan pemilu bukan sekadar urusan teknis administratif, melainkan juga amanah moral. Dalam konteks ini, amar ma’ruf dimaknai sebagai dorongan aktif untuk menciptakan proses pemilu yang jujur, adil, dan transparan, sementara nahi mungkar menjadi rem preventif terhadap segala bentuk pelanggaran, kecurangan, atau praktik politik uang yang dapat mencederai demokrasi.
Penguatan Karakter Pengawas Pemilu
Kehadiran Taufik Hidayatulloh sebagai pembicara diharapkan dapat memberikan perspektif segar bagi para peserta. Sebagai anggota Bawaslu yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan dinamika lapangan, beliau akan membagikan insights tentang bagaimana menjaga keteguhan hati dan integritas di tengah godaan dan tekanan yang kerap muncul selama masa pengawasan.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Jakarta Timur ingin menegaskan bahwa pengawas pemilu yang ideal adalah mereka yang tidak hanya kompeten secara regulasi, tetapi juga memiliki ketahanan spiritual yang kuat. Siraman rohani semacam ini menjadi strategi preventif untuk memastikan bahwa setiap langkah pengawasan selalu berada dalam koridor etika dan nilai-nilai luhur bangsa.
Bagi yang ingin mengikuti kegiatan inspiratif ini, dapat mengakses tautan Zoom Meeting yang telah disediakan oleh panitia. Program “Jumat Sehati SAHABAT” terus berkomitmen menjadi wadah pembelajaran bersama demi mewujudkan pemilu yang berkualitas dan bermartabat di Kota Jakarta Timur.(AW)
















