Kicaunews.com, Jakarta – Di saat lisan beristighfar maka harus teremplementasi
Taubat nasuha yaitu taubat yang murni, tulus, dan sebenar-benarnya untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Taubat ini dilakukan dengan menyadari kesalahan, menyesali perbuatan dosa, berhenti dari maksiat tersebut, dan berjanji dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya lagi di masa depan.
Andai kita tahu betapa panjangnya perjalanan setelah kematian, mungkin hari ini kita tak akan berani menunda taubat dan meremehkan ibadah.
Kubur bukanlah akhir dari segalanya. Kuburan adalah gerbang pertama menuju akhirat, tempat yang tak lagi memberi kesempatan untuk mengulang, memperbaiki, atau menambah amal.
Kubur adalah persinggahan pertama dari persinggahan akhirat. Jika seseorang selamat darinya, maka setelahnya akan lebih mudah, namun jika ia tidak selamat darinya, maka setelahnya akan lebih berat.
Sebaimana dalam Hadis:
كَانَ عُثْمَانُ إِذَا وَقَفَ عَلَى قَبْرٍ بَكَى حَتَّى يَبُلَّ لِحْيَتَهُ ، فَقِيلَ لَهُ : تُذْكَرُ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ فَلَا تَبْكِي وَتَبْكِي مِنْ هَذَا ، فَقَالَ : إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنْزِلٍ مِنْ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ ، فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ ، وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ
Utsman jika berada di suatu kuburan, ia menangis sampai membasahi jenggotnya. Dikatakan kepadanya, disebutkan surga dan neraka engkau tidak menangis, tetapi engkau menangis karena ini?”. Beliau berkata, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “sesungguhnya kubur adalah tempat persinggahan pertama dari beberapa persingggahan di akhirat, jika ia selamat maka ia dimudahkan, jika tidak selamat maka tidaklah datang setelahnya kecuali lebih berat.” (HR. At-Tirmidzi no. 2308, dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi no. 1878.
Muga orang orang yang mendahului kita Allah luaskan dan terangi kuburnya.dan Allah tempatkan raudhoh minriyadhil janah.
Aw


















