Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Resmi Dibuka, PORSADIN VIII Tingkat Kabupaten Indramayu Jadi Ajang Pembinaan Karakter dan Prestasi Santri

87
×

Resmi Dibuka, PORSADIN VIII Tingkat Kabupaten Indramayu Jadi Ajang Pembinaan Karakter dan Prestasi Santri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Indramayu,Kicaunews.com- Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Indramayu Tahun 2026 resmi dibuka sebagai ajang pembinaan karakter, pengembangan bakat, sekaligus mempererat silaturahmi antar santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Indramayu.

 

Example 300x600

Hal tersebut disampaikan Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, saat membuka secara resmi kegiatan PORSADIN VIII yang diselenggarakan oleh DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Indramayu di Alun-Alun Indramayu, Rabu (1/7/2026).

 

Iin mengatakan, PORSADIN menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Madrasah Diniyah Takmiliyah dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, berkarakter, dan berprestasi.

 

Menurutnya, Madrasah Diniyah Takmiliyah memiliki peran strategis sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang membentuk karakter dan akhlak generasi muda, sekaligus menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah.

 

Oleh karena itu, tegas Iin, pelaksanaan PORSADIN sejalan dengan visi Indramayu REANG. Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan, salah satunya melalui alokasi insentif bagi guru Madrasah Diniyah sebesar Rp13,99 miliar pada Tahun 2026.

‎”Untuk anak-anakku seluruh peserta, mari menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kejujuran selama mengikuti perlombaan. Untuk dewan juri dan para pelatih, diharapkan menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan dan Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Ahmad Syukri, mengatakan PORSADIN menjadi sarana pembinaan santri agar tumbuh sebagai generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia, sekaligus mengembangkan potensi di bidang keagamaan, olahraga, dan seni.

 

Ia menegaskan, PORSADIN bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi serta menanamkan nilai sportivitas, kejujuran, dan integritas.

‎”PORSADIN diharapkan menjadi wadah lahirnya bibit-bibit santri berprestasi yang nantinya mampu mewakili Kabupaten Indramayu di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional,” ungkapnya.

 

Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana PORSADIN VIII Kabupaten Indramayu, Aspuri, mengatakan PORSADIN tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi santri, tetapi juga sarana evaluasi pendidikan serta pengembangan minat dan bakat di bidang olahraga, seni, dan keagamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indramayu REANG.

‎”PORSADIN menjadi momentum bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus memperkuat ukhuwah dan semangat kebersamaan,” ujarnya.

‎Aspuri menambahkan, seluruh elemen MDT berkomitmen mendukung pembangunan daerah. Hal tersebut tercermin dari tingginya partisipasi dalam PORSADIN VIII yang diikuti sekitar 2.000 peserta, terdiri atas santri, dewan juri, dan panitia dari 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu. (Bd)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *