Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Desa Damai Berkelanjutan: Model Pembangunan Desa Inklusif untuk Membangun Resiliensi Masyarakat Akar Rumput

84
×

Desa Damai Berkelanjutan: Model Pembangunan Desa Inklusif untuk Membangun Resiliensi Masyarakat Akar Rumput

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kicaunews.com,Jakarta – Di tengah meningkatnya berbagai tantangan sosial, mulai dari polarisasi, kekerasan berbasis gender, intoleransi, dampak perubahan iklim, hingga ketidakpastian ekonomi, ketahanan masyarakat tidak dapat dibangun hanya melalui kebijakan dari atas. Pengalaman menunjukkan bahwa perdamaian yang berkelanjutan tumbuh dari komunitas yang memiliki kapasitas untuk mencegah konflik, menyelesaikan persoalan secara partisipatif, melindungi kelompok rentan, dan memastikan seluruh elemen masyarakat memiliki ruang untuk terlibat dalam pembangunan. Kamis (18/6).

 

Example 300x600

Berangkat dari keyakinan tersebut, AMAN Indonesia mengembangkan Desa Damai Berkelanjutan (DDB) sebagai model pembangunan desa yang mengintegrasikan perdamaian, mendorong kepemimpinan perempuan, mewujudkan inklusi sosial, memperkuat ketahanan komunitas, dan membangun sistem pencegahan serta perlindungan kekerasan ke dalam tata kelola desa.

Sejak diinisiasi pada tahun 2024 hingga sekarang, Desa Damai Berkelanjutan telah diimplementasikan di desa-desa mitra sebagai upaya membumikan agenda Women, Peace and Security (WPS) dan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pembangunan desa. Melalui penguatan partisipasi warga, kepemimpinan perempuan, perlindungan kelompok rentan, penguatan kohesi sosial, serta ketahanan komunitas, DDB membuktikan bahwa desa bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga aktor utama dalam menjaga perdamaian dan keamanan manusia.

 

Berbeda dengan pendekatan pembangunan yang berfokus pada infrastruktur fisik semata, DDB menempatkan hubungan sosial, partisipasi warga, dan tata kelola yang inklusif sebagai fondasi pembangunan. Melalui sepuluh indikator Desa Damai Berkelanjutan, desa didorong untuk membangun mekanisme perlindungan perempuan dan anak, forum aspirasi perempuan, sistem penanganan kekerasan, penguatan ekonomi dan ketahanan pangan, forum anak, ruang perjumpaan lintas kelompok, hingga sistem informasi desa yang lebih partisipatif.

 

Pendekatan ini membantu desa membangun kemampuan untuk menghadapi berbagai risiko sosial secara lebih mandiri dan berkelanjutan.

Berbagai praktik baik yang lahir dari implementasi DDB menunjukkan bagaimana masyarakat desa mampu menciptakan inovasi sosial sesuai dengan kebutuhan dan konteks lokal masing-masing. Di sejumlah desa, perempuan mulai terlibat aktif dalam proses perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan. Di desa lainnya, kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok perempuan, pemuda, tokoh agama, dan masyarakat berhasil memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kohesi sosial, membangun mekanisme perlindungan kelompok rentan, serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dan konflik sosial.

 

Pengalaman-pengalaman tersebut membuktikan bahwa investasi pada kapasitas sosial masyarakat merupakan bagian penting dari pembangunan yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari proses pembelajaran dan refleksi bersama, AMAN Indonesia menyelenggarakan Anugerah Desa Damai Berkelanjutan (DDB) 2026 dengan tema “Komunitas Tangguh, Desa Berdaya, Indonesia Damai.” Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi desa-desa yang telah menunjukkan komitmen, inovasi, dan capaian dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip Desa Damai Berkelanjutan sekaligus menjadi sarana untuk mendokumentasikan praktik baik, memperkuat jejaring antar desa, dan mendorong replikasi model pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Anugerah Desa Damai Berkelanjutan bukan sekadar penghargaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan upaya untuk menunjukkan bahwa pembangunan desa yang berpusat pada manusia, menjunjung kesetaraan gender, memperkuat kohesi sosial, dan melibatkan masyarakat secara aktif mampu menghasilkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan. Pengalaman desa-desa DDB memberikan pelajaran penting bahwa ketahanan bangsa sesungguhnya dibangun dari komunitas-komunitas yang kuat, inklusif, dan mampu merawat perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui DDB, AMAN Indonesia berharap semakin banyak pemerintah daerah, kementerian, lembaga, organisasi masyarakat sipil, dan mitra pembangunan yang mendukung replikasi model ini sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan desa yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Dengan demikian, desa tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi menjadi pusat transformasi sosial yang berkontribusi pada pencapaian agenda nasional maupun global, termasuk Sustainable Development Goals (SDGs) dan Women Peace Security (WPS)

Aw

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *