Kicaunews.com, Jakarta – Dalam catatan sejarah organisasi keagamaan di Jakarta Utara, nama KH. Ahmad Ibnu Abidin, Lc. telah mengukir prestasi langka. Beliau dipercaya kembali untuk memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jakarta Utara hingga periode ketiga, mencakup masa khidmat 2015–2020, 2020–2025, dan kini berlanjut ke 2025–2030.
Eksistensi Kyai Ibnu—sapaan akrab beliau—menjadi simbol stabilitas dan kemajuan dakwah di wilayah yang dikenal sebagai pintu gerbang maritim Indonesia ini.
Kepemimpinan Berbasis Solusi
Sejak pertama kali menjabat pada 2015, alumni perguruan tinggi Timur Tengah (Lc) ini dikenal dengan gaya kepemimpinan yang merangkul (inclusive leadership). Di bawah komandonya, MUI Jakarta Utara tidak hanya menjadi lembaga pemberi fatwa, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah kota dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
“MUI harus menjadi tenda besar bagi seluruh ormas Islam dan pengayom bagi masyarakat Jakarta Utara yang sangat heterogen,” tegas Kyai Ibnu dalam berbagai kesempatan Musyawarah Daerah.
Tonggak Capaian Tiga Periode
Selama sepuluh tahun terakhir dan menatap lima tahun ke depan, terdapat beberapa program unggulan yang menjadi legacy beliau:
Moderasi Beragama di Kawasan Pesisir:
Berhasil memitigasi potensi konflik horisontal melalui dialog lintas tokoh agama yang intensif.
Digitalisasi Dakwah: Mendorong para ulama muda di Jakarta Utara untuk aktif mengisi ruang digital demi membendung arus hoaks dan pemahaman ekstrem.
Pemberdayaan Ekonomi Umat: Memperkuat sinergi dengan sektor industri di Jakarta Utara untuk program kemandirian ekonomi berbasis masjid.
Rekam Jejak Khidmat
Sebagai penanda komitmen dan dedikasi panjang beliau, berikut adalah ringkasan masa khidmat KH. Ahmad Ibnu Abidin, Lc. sebagai Ketua Umum MUI Kota Jakarta Utara:
* *Masa Khidmat I:* Periode 2015 – 2020
* *Masa Khidmat II:* Periode 2020 – 2025
* *Masa Khidmat III:* Periode 2025 – 2030
Menuju 2030: Menjawab Tantangan Zaman
Memasuki periode 2025-2030, Kyai Ibnu menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM ulama. Beliau memproyeksikan MUI Jakarta Utara sebagai pusat literasi keagamaan yang moderat, yang mampu menjawab tantangan kompleksitas kota megapolitan tanpa meninggalkan akar tradisi akhlakul karimah.
Kepercayaan yang diberikan selama tiga periode ini merupakan bukti nyata bahwa visi beliau selaras dengan harapan masyarakat. Di tangan Kyai Ibnu, MUI Jakarta Utara diharapkan terus menjadi kompas moral yang menyejukkan di tengah dinamika ibu kota.

















