Kaltara, Kicaunews.com – Kompi 1 Batalyon A Pelopor menunjukkan respon cepat dalam penanganan kebakaran lahan yang terjadi di Jl. Manunggal pada Senin malam pukul 20.30 WITA. Kegiatan Quick Response tersebut dilaksanakan oleh 15 personel Tim SAR Kompi 1 Batalyon A Pelopor yang dipimpin langsung oleh Wadanki 1, Ipda Aloysius Lusi Dea.
Setibanya di lokasi kejadian, personel segera melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api guna mencegah penyebaran kebakaran ke area yang lebih luas. Dengan peralatan yang memadai serta koordinasi yang baik di lapangan, tim bergerak cepat melakukan penyemprotan air serta membuat sekat bakar untuk meminimalisir risiko meluasnya titik api.
Kehadiran Tim SAR Kompi 1 Batalyon A Pelopor di lokasi mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar yang merasa terbantu dengan penanganan cepat dan sigap dari personel Brimob. Upaya ini juga merupakan bentuk komitmen dalam menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan dari ancaman kebakaran lahan.
Wadanki 1, Ipda Aloysius Lusi Dea menyampaikan bahwa kesiapsiagaan dan kecepatan respon merupakan kunci utama dalam penanganan bencana, termasuk kebakaran lahan. “Kami akan terus siaga dan siap merespon setiap kejadian yang membutuhkan kehadiran kami, demi memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Kaltara Kombes Pol. Sarly Sollu, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi atas gerak cepat yang dilakukan jajarannya. Ia menegaskan bahwa seluruh personel Brimob harus selalu siap siaga dalam menghadapi situasi darurat di tengah masyarakat.
“Kegiatan quick response ini merupakan wujud nyata kehadiran Brimob di tengah masyarakat. Saya mengapresiasi kesigapan personel di lapangan yang dengan cepat menangani kebakaran sehingga tidak meluas. Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dalam menjaga keamanan serta keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Dengan berakhirnya proses pemadaman, situasi di lokasi kejadian dinyatakan aman dan terkendali. Tim SAR Kompi 1 Batalyon A Pelopor selanjutnya melakukan monitoring untuk memastikan tidak adanya titik api yang berpotensi kembali menyala.


















