Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Dr.H.M.Suaidi,M.Ag : Salah satu penghalang hamba taqarrub (تقرب) kepada Allah mengandalkan amalnya(عمل) bukan rahmat Allah SWT

506
×

Dr.H.M.Suaidi,M.Ag : Salah satu penghalang hamba taqarrub (تقرب) kepada Allah mengandalkan amalnya(عمل) bukan rahmat Allah SWT

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kicaunews.com- Pendapat Ibnu Athaillah as-Sakandari mengenai mengandalkan amal (bersandar pada perbuatan sendiri) sebagai penghalang taqarrub(تقرب) (pendekatan diri) kepada Allah adalah salah satu ajaran inti dalam kitab Al-Hikam.
Menurut Ibnu Athaillah, bersandar pada amal merupakan bentuk hijab (penghalang) halus yang menipu hamba, menjauhkannya dari hakikat Rahmat Allah.
Berikut adalah rincian pandangan Ibnu Athaillah terkait hal tersebut:

1. Bahaya Mengandalkan Amal ,(الاعتماد على العمل) Dalam Al-Hikam, Ibnu Athaillah menyatakan: Di antara tanda sikap mengandalkan amal ialah berkurangnya harap (الرجأ) kepada Allah tatkala melakukan khilaf (kesalahan/dosa).

Example 300x600

2. Penyebab Terhalang: Ketika seseorang merasa taqarrub-nya berhasil karena amalnya sendiri (misalnya merasa sudah banyak shalat, sedekah, dzikir), ia kehilangan rasa butuh akan rahmat dan karunia Allah. Ia merasa pantas masuk surga karena usahanya.Hilang Harapan Saat Dosa: Sebaliknya, saat ia berbuat dosa atau amal ibadahnya berkurang, ia putus asa. Ini menunjukkan ia tidak bersandar pada Allah, tetapi pada perbuatannya

3. Jangan Bangga pada Ketaatan . Ibnu Athaillah menasihatkan agar tidak bangga pada amal, karena ketaatan itu sebenarnya muncul dari anugerah Allah, bukan semata-mata kekuatan diri sendiri. Janganlah suatu ketaatan membuatmu bangga, karena engkau merasa bahwa ketaatan itu muncul darimu. Akan tetapi bergembiralah karena ia muncul dari Allah untukmu.

4. Solusi: Bersandar pada (رحمة الله).Taqarrub(تقرب) yang benar adalah dengan menyadari bahwa tanpa rahmat Allah, tidak ada amal yang bernilai.Amal ibadah adalah hasil, bukan penyebab utama keselamatan. Penyebab utama keselamatan adalah rahmat Allah.Tanda orang yang mengenal Allah (Arif) adalah ia bersandar pada Allah di segala kondisi, baik saat taat (takut riya/bangga) maupun saat salah (segera bertaubat, tidak putus asa).

Kesimpulan:
Mengandalkan amal adalah penghalang karena merusak ikhlas dan menumbuhkan penyakit hati (ujub/bangga). Taqarrub yang sejati adalah taqarrub(تقرب) yang didasari faqr (merasa butuh dan miskin di hadapan Allah) dan raja’ (الجأ)mengharap penuh pada rahmat Allah).

Rasulullah SAW bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ مَن كَانَ في قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِن كِبْرٍ

Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi dari kesombongan. (HR. Muslim).

Selamat menjalankan ibadah puasa.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *