Kicaunews.com, Jakarta — Suasana penuh kebersamaan dan nilai religius mewarnai kegiatan pesantren kilat (Sanlat) yang diselenggarakan oleh SDN Cip Melayu 10 yang berlokasi di dekat Universitas Borobudur, Jakarta Timur pada Jumat, 10 Ramadhan 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 27 Februari 2026.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama yang diikuti oleh siswa, guru, serta tenaga kependidikan sebagai bagian dari pembinaan karakter di bulan suci Ramadhan.
Kegiatan Sanlat menjadi momentum penting bagi sekolah dalam menanamkan nilai keimanan, akhlak mulia, serta kebiasaan ibadah kepada para siswa sejak usia dini. Berbagai materi keislaman disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) Ahmad Rofii,S.Pd.I menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga mempererat kebersamaan antarwarga sekolah.
“Melalui Sanlat ini, kami ingin membentuk karakter siswa agar lebih disiplin dalam beribadah, menjaga akhlak, serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, terutama di bulan Ramadhan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah menghadirkan penceramah Ustdzah Tety Rodiati dari SD Angkasa 9 Halim. Ceramah yang disampaikan mengangkat tema pentingnya menanamkan nilai kesabaran, kejujuran, serta adab dalam kehidupan sehari-hari, khususnya saat menjalankan ibadah puasa.
Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari tausiyah, tadarus Al-Qur’an, hingga doa bersama menjelang waktu berbuka. Suasana hangat semakin terasa ketika seluruh peserta duduk bersama menikmati hidangan buka puasa dalam nuansa kekeluargaan.
Lantunan sholawat dan pembacaan di kumandangkan jelang berbuka puasa oleh anak anak.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa kepala sekolah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Sikap responsif dan perhatian terhadap program keagamaan dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan Sanlat tahun ini.
Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, SDN Cip Melayu 10 berharap nilai-nilai Ramadhan tidak hanya dirasakan selama bulan suci, tetapi juga menjadi kebiasaan positif yang terus melekat dalam kehidupan para siswa di masa mendatang.(AW)

















