Kicaunews.com, Jakarta — Kajian di bulan suci Ramadhan, komunitas PPDFI bersama Fathul Ulum menggelar kegiatan Ayo Ngaji Bareng Ramadhan, sebuah kajian keislaman inklusif yang secara khusus menghadirkan pembahasan fiqih Ramadhan bagi penyandang disabilitas. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses dakwah yang ramah dan merangkul seluruh lapisan masyarakat.
Kajian yang dilaksanakan via zoom pada Sabtu , 3 Ramadhan 1447 bertepatan tanggal 21 Februari 2026 pukul 15.30–17.00 WIB ini mengangkat tema “Fiqih dan Fadhilah Puasa Ramadhan”. Tema tersebut dipilih untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai hukum-hukum puasa sekaligus nilai spiritual yang terkandung dalam ibadah Ramadhan, khususnya bagi kalangan disabilitas agar dapat menjalankan ibadah dengan lebih yakin dan nyaman.
Acara menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Ust. Mahmud Fasa, Ketua Umum PPDFI, serta KH. Ayub Ishaq, yang dikenal aktif dalam dakwah dan pembinaan umat. Keduanya menyampaikan materi yang menitikberatkan pada kemudahan syariat Islam, prinsip rahmatan lil ‘alamin, serta solusi fiqih bagi kondisi-kondisi khusus yang sering dihadapi penyandang disabilitas saat menjalankan ibadah puasa.
Diskusi dipandu oleh Ust. Ajat Sudrajat selaku moderator dan ketua DKM Masjid Umar bin Khotob Rawabunga yang mengarahkan dialog interaktif sehingga peserta dapat menyampaikan pertanyaan secara langsung. Suasana kajian berlangsung hangat dan penuh antusiasme, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap kajian Ramadhan yang inklusif dan aplikatif.
Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan serta kepedulian sosial menjelang Ramadhan. Melalui kajian ini, pesan bahwa Islam memberikan kemudahan dan ruang bagi semua umat kembali ditegaskan.
Kegiatan Ayo Ngaji Bareng Ramadhan juga disiarkan secara daring sehingga dapat diikuti lebih luas oleh masyarakat melalui tautan yang telah disediakan panitia, sebagai bentuk komitmen menghadirkan dakwah yang adaptif di era digital.
Dengan terselenggaranya kajian ini, diharapkan umat Islam dapat menyambut Ramadhan dengan bekal ilmu yang benar, hati yang siap, serta semangat ibadah yang lebih kuat dan inklusif.(AW)


















