Cilacap, Kicaunews.com – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat melakukan langkah proaktif dalam menangani ancaman hama penyakit yang menyerang tanaman pinus di wilayah Desa Pamulihan, Kecamatan Karangpucung.
Langkah ini diwujudkan melalui koordinasi strategis dan silaturahmi intensif bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Pamulihan untuk memastikan kelestarian hutan tetap terjaga, pada [Sematkan Tanggal Kegiatan].
Sinergi Lintas Sektoral
Administratur/KKPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, S.Hut, hadir langsung memimpin jalannya koordinasi.
Beliau didampingi oleh Wakil Administratur (Waka Adm) KSKPH, Komandan Regu (Danru) PolHut Mobile, serta jajaran lapangan yang terdiri dari Asper Majenang dan KRPH Suruh Sunda.
Kehadiran jajaran lengkap ini menunjukkan komitmen serius Perhutani dalam merespons dinamika kondisi hutan di tingkat tapak.
Pertemuan yang berlangsung hangat di Kantor Desa Pamulihan ini bertujuan untuk menyelaraskan persepsi dan tindakan dalam menangani gangguan kesehatan tanaman pinus.
Gotong Royong sebagai Kunci Keberhasilan
Dalam arahannya, Eka Cahyadi menekankan bahwa hubungan antara Perhutani dan Pemerintah Desa bukan sekadar hubungan profesional antar-instansi, melainkan jalinan kekeluargaan yang erat.
Kolaborasi Nyata: Penanganan hama memerlukan peran aktif masyarakat desa yang bersentuhan langsung dengan kawasan hutan.
Dampak Positif: Gotong royong yang solid antara pihak desa dan Perhutani diyakini akan memberikan hasil yang lebih efektif dalam setiap pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Warisan untuk Generasi Mendatang
Menutup agenda koordinasi, Administratur KPH Banyumas Barat menitipkan pesan penting terkait keberlanjutan ekosistem.
Beliau mengajak seluruh perangkat desa dan warga Pamulihan untuk merasa memiliki dan bersama-sama menjaga kawasan hutan yang berada di wilayah pangkuan desa mereka.
“Hutan adalah warisan yang harus kita sampaikan kepada anak cucu dalam kondisi baik. Menjaga hutan bukan hanya tugas Perhutani, tapi tanggung jawab kita bersama demi keberlangsungan kehidupan di masa depan,” tegas Eka Cahyadi. (Red/Tugiman)


















