Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Gema Keadilan Kendal Berfokus Pada Pengembangan Potensi Generasi Muda dan Ruang Pendidikan Politik

242
×

Gema Keadilan Kendal Berfokus Pada Pengembangan Potensi Generasi Muda dan Ruang Pendidikan Politik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kendal, Kicaunews.com -Suatu langkah yang sangat positif sekali dilakukan oleh para jajaran dari pengurus organisasi Gema Keadilan Kendal yang baru saja resmi dilantik dalam kepengurusan baru periode 2026–2031.

Kegiatan tersebut berlangsung cukup khidmat, acara yang digelar di Ruang Rapat Paripurna pada Minggu (8/Februari/2026).

Example 300x600

Pada kesempatan ini Gema Keadilan Kendal resmi melantik kepengurusan baru pada periode 2026-2031 yang menjadi ketua yaitu Dwi Margo Utomo, S.E., yang juga merupakan Anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dalam sambutannya, Dwi Margo Utomo menjelaskan bahwa Gema Keadilan merupakan organisasi kepemudaan PKS yang berfokus pada pengembangan potensi generasi muda sekaligus menjadi ruang pendidikan politik bagi pemuda.

“Gema Keadilan merupakan organisasi kepemudaan PKS yang fokus pada pengembangan potensi pemuda dan sekaligus sebagai tempat pendidikan politik pemuda,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia juga menambahkan bahwa kegiatan kali ini tidak hanya sebatas pelantikan pengurus, tetapi juga diisi dengan agenda edukatif yang relevan dengan kebutuhan remaja saat ini.

“Acara Gema kali ini tidak hanya pelantikan, namun kami juga mengadakan talk show kesehatan mental sebagai ruang aman bagi pelajar untuk mengungkapkan keresahan,” imbuh Dwi Margo.

Pelantikan pengurus tersebut turut dihadiri oleh Arif Sapto Hudiyanto, Ketua DPD PKS Kabupaten Kendal. Setelah prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan talkshow bertema kesehatan mental yang menghadirkan Nattaya Kenenza, S.H., Ketua KNPI Kendal, serta Hanifah Nurul F, S.Psi., seorang psikolog.

Talkshow ini diikuti oleh sekitar 200 pelajar se-Kabupaten Kendal, sebagai langkah awal pelayanan dan kepedulian terhadap remaja di tengah maraknya isu kesehatan mental di kalangan pelajar.

Dalam pemaparannya, Nattaya Kenenza menyoroti masih kuatnya stigma di kalangan pelajar terkait kesehatan mental.
“Pelajar sering merasa bahwa mengalami stres dan tekanan adalah sebuah kelemahan, sehingga mereka enggan mengungkapkan keresahan yang dirasakan, akibatnya, masalah kesehatan mental menjadi tidak tertangani,” ujarnya.

Sementara itu, Hanifah Nurul F menekankan bahwa gangguan mental tidak selalu muncul dalam bentuk ekstrem.
“Masalah mental tidak selalu ekstrem. Yang paling sering justru kelelahan yang dipendam, yang diam-diam merusak kualitas diri sendiri. Kita perlu melatih jiwa yang mindful atau sadar emosi agar tahu kapan harus berhenti dan memilih respons yang tepat,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Gema Keadilan Kendal berharap dapat menjadi bagian dari solusi dalam mendampingi remaja menghadapi tantangan kesehatan mental sekaligus memperkuat peran pemuda sebagai generasi penerus yang sehat secara mental, emosional, dan sosial, ungkapnya.

(Novi)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *