CILACAP, Kicaunews.com – Guna memastikan akurasi potensi sumber daya hutan dan pencapaian target produksi kayu di masa mendatang, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat melaksanakan kegiatan Kating Test (Uji Petik Tebangan) untuk rencana tebangan tahun 2026.
Kegiatan ini dipusatkan di Petak 11, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sidareja, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sidareja pada Kamis (22/01/2026).
Pelaksanaan uji petik ini merupakan instruksi langsung dari Administratur KPH Banyumas Barat yang dilaksanakan oleh Wakil Administratur (KSKPH) bersama Kepala Seksi (Kasi) Produksi.
Turut mendampingi di lapangan, Asisten Perhutani (Asper) BKPH Sidareja, Sukirto, beserta jajaran petugas lapangan terkait.
Validasi Data untuk Target Presisi
Kating Test merupakan tahapan krusial dalam manajemen hutan untuk mencocokkan data di atas kertas dengan kondisi riil pohon di lapangan.
Melalui pengujian ini, manajemen dapat menentukan estimasi volume produksi secara lebih presisi.
“Pelaksanaan Kating Test ini adalah bentuk komitmen kami dalam menerapkan prinsip profesionalisme dan transparansi manajemen.
Hasil dari uji petik di Petak 11 ini akan menjadi acuan kuat dalam menetapkan target produksi hasil hutan kayu tahun 2026,” ujar perwakilan manajemen KPH Banyumas Barat.
Hasil Lapangan
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung kondusif dan menunjukkan hasil yang positif.
Beberapa poin penting dari hasil kating test meliputi:
Kesesuaian Tegakan: Potensi kayu di Petak 11 dinilai sangat baik dan memenuhi kriteria standar produksi.
Kepastian Target: Data yang diperoleh memberikan optimisme bahwa target produksi hasil hutan kayu yang ditetapkan oleh manajemen dapat terealisasi sesuai rencana.
Efisiensi Kerja: Sinergi antara kantor pusat KPH dengan petugas lapangan di BKPH Sidareja memastikan seluruh proses administrasi dan teknis berjalan selaras.
Dengan terlaksananya kating test ini, KPH Banyumas Barat optimistis dapat terus berkontribusi dalam menyediakan bahan baku kayu berkualitas sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi hutan di wilayah Banyumas Barat dan sekitarnya. (Red/Tugiman)


















