BANDUNG BARAT, kicaunews.com – Pimpinan dua organisasi kemasyarakatan (ormas) yang terlibat bentrokan di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yakni Pemuda Pancasila (PP) dan Gibas, sepakat berdamai dan berkomitmen menahan diri pascakejadian yang menewaskan satu orang serta menyebabkan sejumlah korban luka.
Kesepakatan tersebut disampaikan sebagai upaya menjaga kondusivitas wilayah KBB setelah insiden keributan yang terjadi di Cafe Dylan, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang.
Perwakilan Ormas Gibas, Wisnu, mengatakan pihaknya memilih menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.
“Dari Gibas siap menjaga kondusivitas. Peristiwa ini sudah terjadi dan tidak bisa diulang kembali. Yang terpenting para pelaku diamankan dan seluruh proses kami serahkan kepada kepolisian untuk diproses secara hukum,” ujar Wisnu di Mapolres Cimahi, Rabu (21/1/2026) malam.
Wisnu memastikan seluruh anggota Gibas tetap berada dalam satu komando dan tidak akan melakukan tindakan lanjutan.
“Insya Allah anggota masih tetap satu komando. Saya jamin tidak ada gerakan apa pun. Apalagi saat ini penanganan sudah berada di kepolisian,” katanya.
Ia menegaskan, kedua ormas telah sepakat berdamai dan tidak akan melakukan pergerakan apa pun di wilayah KBB.
“Kami sudah sepakat berdamai dan berkomitmen menjaga kondusivitas, khususnya di Kabupaten Bandung Barat. Tidak akan ada pergerakan, baik dari Pemuda Pancasila maupun dari Gibas,” ujarnya.
Sikap serupa disampaikan pimpinan Ormas Pemuda Pancasila, Rudi Irianto. Ia turut menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan mengajak seluruh pihak menjaga keamanan serta ketertiban.
“Pada prinsipnya kami mendorong pihak kepolisian untuk menyelesaikan seluruh persoalan ini. Apa pun yang terjadi merupakan kewenangan kepolisian, meskipun ada anggota kami yang terlibat dalam kejadian tersebut,” kata Rudi.*


















