Kicaunews.com- Kesalahan yang terbaik adalah kesalahan yang diikuti dengan penyesalan dan taubat. Ini karena tindakan tersebut menunjukkan pengakuan atas kesalahan, kemauan untuk berubah, dan mencari ampunan, yang merupakan langkah penting dalam pertumbuhan pribadi dan spiritua.
Rasulullah ṣallāallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ
Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmiżi)
Hadis ini menggambarkan bagaimana kesalahan (dosa) merupakan perkara yang tidak terlepas dari diri manusia. Akan tetapi, Allah Ta’ala memberikan solusi dan jalan keluar bagi hamba-Nya yang berbuat kesalahan, yaitu bertaubat dan memohon ampunan kepada-Nya.
Jangan sampai terlambat mengakibatkan penyesalan yang tidak ada ruang untuk bertaubat seperti yabg dialami orang orang kafir
Ini ayat tentang ucapan penyesalan, terlambat bertobat ketika sudah di akhirat. Firman Allah dalam surat Al-Mu’inun ayat 99-100.
حَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ ۙ لَعَلِّيْٓ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ كَلَّاۗ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَاۤىِٕلُهَاۗ
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia),
Agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.”Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja.
Dalam sebuah Hadis Qudsi, Allah Ta’ala berfirman,
يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُوْنَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَناَ أَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعاً، فَاسْتَغْفِرُوْنِي أَغْفِرْ لَكُمْ
Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian semuanya melakukan kesalahan pada malam dan siang hari, padahal Aku Maha mengampuni dosa semuanya. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni kalian.(HR. Muslim).
Muga bermanfaat.


















