Banyumas, Kicaunews.com – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus memacu produksi kayu tebangan pinus demi menuntaskan target tahunan.
Administratur KKPH Banyumas Barat menginstruksikan seluruh jajaran di lapangan agar seluruh target produksi kayu tahun 2025 dapat selesai pada bulan November.
Administratur menyatakan bahwa percepatan ini sangat krusial untuk mengamankan pasokan bahan baku dan menjaga kinerja perusahaan tetap optimal.
Motivasi dan pengawasan intensif terus diberikan kepada petugas lapangan agar proses produksi berjalan efisien.
Disiplin Tegas: Nol Toleransi untuk ‘Tebangan Nakal’
Bersamaan dengan upaya percepatan produksi, Administratur KKPH Banyumas Barat menegaskan kembali komitmen nol toleransi terhadap praktik pemotongan liar atau ‘tebangan nakal’ di kawasan hutan.
Administratur menekankan bahwa target produksi harus dicapai melalui mekanisme yang sah dan akuntabel.
“Tugas kita adalah mencapai target. Namun, harus dengan cara yang benar. Saya tegaskan kepada seluruh petugas: tidak boleh ada tebangan nakal pada tahun 2025. Pengawasan di seluruh petak tebangan akan diperketat,” ujar Administratur.
Langkah ini merupakan perwujudan komitmen KPH Banyumas Barat dalam mendukung pengelolaan hutan lestari (PHL).
Penegakan disiplin ini penting untuk memastikan setiap volume kayu yang keluar dari hutan tercatat resmi, sekaligus menjaga kelestarian tegakan pinus.
Target Akhir: Produksi Optimal, Hutan Terjaga
KPH Banyumas Barat optimis dengan kerja keras dan pengawasan yang ketat dari seluruh jajaran, target volume produksi kayu pinus akan tercapai sesuai jadwal, yaitu rampung di akhir November 2025.
Pencapaian target ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan hutan dapat berjalan optimal—baik dari sisi kuantitas produksi maupun dari sisi tanggung jawab terhadap kelestarian dan penegakan hukum di kawasan hutan. (Red/Tugiman)


















