Jakarta, Kicaunews.com – Melalui semangat ‘War on Drug for Humanity’ Perangi Narkoba demi Kemanusiaan, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap kasus hasil tindak pidana narkotika dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), serta pemusnahan barang bukti di Lapangan Parkir BNN dan di PT. Jasa Medivest, Cikarang.
Kepala BNN RI, Komjen.Pol. Suyudi Ario Seto bekerja cepat. Dalam 18 hari pertama sejak dilantik, BNN Pusat dan BNN Provinsi bersinergi dengan stakeholder dan berhasil melumpuhkan 11 jaringan narkotika di berbagai daerah strategis dengan 53 tersangka, dua diantaranya warga negara asing (WNA).
Pada periode Agustus hingga September, total barang bukti narkotika yang diamankan 503.715,65 gram, terdiri dari narkotika sabu 60.226,71 gram, sabu cair 352 milliliter, ganja 441.376,17 gram, ekstasi 2.134 butir atau 791,77 gram, kokain 1.321 gram, ganja sintetik 80 milliliter, dan BNN menyita bahan kimia padat 4.674,37 gram, serta bahan kimia cairan 5.483 milliliter.
Pada kesempatan ini, BNN RI juga membongkar kasus Clandestine Laboratory jenis sabu dengan skala home industri, kemudian mengamankan vape yang mengandung narkotika dan obat berbahaya.
Selain itu, BNN berhasil mengungkap kasus hasil TPPU jaringan Sutarnedi di wilayah Palembang, Sumatera Selatan. Total aset dari bisnis haram ini diestimasikan senilai Rp52,7 miliar.
Dalam operasi ini, Suyudi Ario menegaskan, narkoba merupakan ancaman nyata yang merongrong generasi penerus bangsa. Tindakan yang dilakukan BNN RI telah menyelamatkan lebih dari 1,1 juta jiwa dari bahaya barang haram dan mencegah kerugian ekonomi negara sebesar Rp130 miliar.
“Angka ini cermin dari besarnya ancaman yang dihadapi bangsa ini. Berdasarkan estimasi, tindakan ini telah menyelamatkan lebih dari 1,1 juta jiwa anak bangsa dari bahaya narkoba, sekaligus mencegah kerugian ekonomi negara senilai Rp130 miliar,” ungkapnya, Selasa ( 16/09/2025 ).
Selain pemberantasan melalui perangi narkoba demi kemanusiaan, Suyudi Ario menyampaikan, pihaknya akan memperkuat program rehabilitasi bagi penyalahguna. Bahkan memperkuat Desa Bersinar (Bersih Narkoba) agar tercipta masyarakat yang sehat dan produktif.
“Saya tegaskan, BNN tidak hanya bergerak pada aspek represif. Kami juga memperkuat program rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba, agar mereka dipulihkan dan dikembalikan menjadi bagian produktif dari masyarakat. Selain itu, program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) terus kami dorong sebagai benteng pencegahan di tingkat akar rumput, dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat desa, tokoh masyarakat, dan pemuda,” jelasnya dengan tegas


















