Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Perajin Tahu Tempe Menjerit, Polres Cianjur Janji Tindak Tegas Penimbun Kedelai

60
×

Perajin Tahu Tempe Menjerit, Polres Cianjur Janji Tindak Tegas Penimbun Kedelai

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Cianjur, Kicaunews.com – Lonjakan harga komoditas kedelai impor yang dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mendapat perhatian sangat serius dari Kepolisian Resor (Polres) Cianjur.

Guna mengantisipasi situasi yang kian memburuk, pihak kepolisian memastikan akan memperketat pengawasan terhadap jalur distribusi dan penjualan kedelai demi mencegah adanya praktik penimbunan yang dapat memperparah kondisi para perajin tahu dan tempe lokal. Minggu, ( 7/6/26)

Example 300x600

Langkah preventif dan represif ini diambil menyusul semakin meningkatnya beban operasional yang harus ditanggung oleh para pengusaha tahu dan tempe di wilayah Kabupaten Cianjur. Akibat tingginya harga bahan baku yang tidak sebanding dengan daya beli masyarakat, sejumlah pelaku usaha berskala kecil dan menengah bahkan dilaporkan sudah mulai menghentikan aktivitas produksi mereka secara total.

Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, menegaskan bahwa jajarannya tidak akan segan-segan mengambil tindakan hukum yang tegas dan terukur terhadap oknum atau pihak-pihak nakal yang nekat memanfaatkan situasi sulit ini untuk meraup keuntungan pribadi secara sepihak. Pihaknya segera menerjunkan tim khusus ke lapangan untuk memantau gudang-gudang penyuplai agar harga bahan baku berupa kedelai tidak dipermainkan di luar batas kewajaran.

Kapolres tidak menampik bahwa kenaikan harga kedelai saat ini telah memberikan dampak nyata yang memukul keberlangsungan usaha mikro di Cianjur hingga banyak buruh yang terpaksa dirumahkan. Selain melakukan langkah antisipasi dan penindakan hukum secara mandiri, Polres Cianjur juga membuka ruang komunikasi selebar-lebarnya bagi para pengusaha maupun masyarakat luas untuk segera melapor apabila menemukan dugaan praktik penimbunan ataupun permainan harga yang merugikan di wilayahnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Kabupaten Cianjur, Hugo Siswaya, mengungkapkan bahwa dampak dari pelemahan kurs rupiah ini telah membuat harga kedelai impor merangkak naik tajam hingga menembus angka Rp10.500 per kilogram. Kondisi tersebut otomatis membuat para pengusaha terus mengalami kerugian karena biaya produksi yang membengkak tidak sebanding dengan hasil penjualan.

Menurut Hugo, persoalan yang dihadapi para perajin saat ini terasa berlipat ganda. Kondisi di lapangan semakin berat karena di satu sisi harga bahan baku melonjak dan pasokannya tersendat, namun di sisi lain permintaan pasar dari konsumen justru mengalami penurunan yang cukup drastis. Atas dasar itulah, para perajin sangat menyambut baik langkah pengawasan ketat dari Polres Cianjur dan menantikan adanya kebijakan konkret dari pemerintah pusat maupun daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan demi menyelamatkan sektor usaha yang menjadi penopang ekonomi rakyat ini.

Trs

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *