Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Azis Khafia Al Batawi : Lebaran Betawi

213
×

Azis Khafia Al Batawi : Lebaran Betawi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kicaunews.com, Jakarta –
Masyarakat betawi memiliki segudang tradisi yang kaya akan nilai-nilai kearifan dan menjadi warisan yang terus menerus terjaga ditengah persaingan dan arus tradisi dan budaya global. Satu diantara tradisi tahunan yang unik adalah saat idul fitri yang oleh orang betawi dikenal dengan “Lebaran”. Lebaran di masyarakat betawi atau lebaran betawi bukan sekedar perayaan idul fitri setelah puasa satu bulan lamanya tetapi ada berbagai tradisi dan budaya betawi yang melingkupinya. Bang Maing (Ismail Marzuki) Komponis betawi memotret lebaran betawi lewat syair dan lagu yang berjudul hari lebaran.

Hari Lebaran

Example 300x600

Setelah berpuasa satu bulan lamanya
Berzakat fitrah menurut perintah agama
Kini kita beridul fitri berbahagia
Mari kita berlebaran bersuka gembira
Berjabat tangan sambil bermaaf-maafan
Hilang dendam habis marah di hari lebaran
Minal aidin wal faizin
Maafkan lahir dan batin
Selamat para pemimpin
Rakyatnya makmur terjamin
Dari segala penjuru mengalir ke kota
Rakyat desa berpakaian baru serba indah
Setahun sekali naik trem listrik perey
Hilir mudik jalan kaki pincang sampai sore
Akibatnya tengteng selop sepatu terompe
Kakinya pada lecet babak belur berabe

Maafkan lahir dan batin
lang tahun hidup prihatin
Cari wang jangan bingungin
lan Syawal kita ngawinin
Cara orang kota berlebaran lain lagi
Kesempatan ini dipakai buat berjudi
Sehari semalam main ceki mabuk brandi
Pulang sempoyongan kalah main pukul istri
Akibatnya sang ketupat melayang ke mate
Si penjudi mateng biru dirangsang si istri
Maafkan lahir dan batin
lang taon hidup prihatin

Cupilikan lebaran betawi seperti gambaran diatas adalah potret kaum betawi saat merayakan lebaran pada tempo itu. Berikut adalah gambaran umum lebaran betawi sejak memasuki bulan syawal.
Hari pertama 1 Syawal seusai sholat idul fitri dimulai dari rumah, istri dan suami saling bermaafan, anak dengan kedua orang tuanya lalu ke rumah orang tua pasangan masing-masing (mertua).
Pada hari kedua sampai hari ketujuh mulailah berkeliling ke tetangga dan sanak saudara, yang muda mengunjungi yang lebih tua, murid mengunjungi guru, untuk saling bersilturahim saling memaafkan. Selain untuk bersilturahim dan saling memaafkan, moment tersebut juga menjadi ajang “Anteran”, yakni pemberian hadiah dari anak kepada orang tua, dari yang muda kepada yang tua. Anteran biasanya makanan khas dan …misalnya ; semur kebo, ketupat opor ayam, gabus pucung atau jenis masakan yang …atau makanan khas betawi, jika dahulu adalah ; dodol, geplak, wajik, manisan pepaya dan lainnya, namun seiring berjalannya waktu dan sajian makanan makin beragam, jenis anteran atau bawaan kini berganti menjadi bicuit, kue bolu, roti dari berbagai toko kue mulai dari yang bermerek hingga yang tidak bermerek.
Tradisi Lebaran ala orang betawi kini makin menyempit dan makin jarang ditemukan. Namun pemandangan gaya lebaran orang betawi tempo dulu tidak sepenuhnya punah dan menghilang, kita masih bisa menyaksikannya di kelurahan Duri Kosambi Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat. Hampir setiap momen idul Fitri setiap tahunnya kawasan tersebut selalu ramai dan masih mempertahankan tradisi lebaran ala betawi. Tidak peduli apa status sosialnya selagi tinggal dan menjadi orang Duri Kosambi maka ia akan mengikuti tradisi yang sudah berjalan ratusan tahun tersebut.

Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus Betawi) yang dimotori oleh Haji Amarullah Asbah (Bang Wo) menginisiasi tradisi Halal bi halal yang biasa digelar oleh organisasi Betawi setiap tahunnya, maka pada tahun 2008 untuk pertama kali digelar event _”Lebaran Betawi”_, di laksanakan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sylviana Murni sebagai Walikota Jakarta Pusat saat itu dan Fauzi Bowo sebagai Wakil Gubernur mendukung inisiasi tersebut. Inilah sebuah rekacipta kebudayaan Betawi yang telah berusia 18 tahun. Lebaran betawi adalah upaya melestarikan dan mengembangkan tradisi silturahim kaum betawi di saat merayakan lebaran. Apa yang masih dijalankan oleh masyarakat betawi duri kosambi diformulasikan dengan melibatkan pemerintah daerah Jakarta, sehingga jadilah lebaran betawi sebagai ajang silaturahmi akbar pemerintah daerah dengan sesama aparatur pemerintah dan dengan masyarakat, semua membaur dalam semangat berlebaran. Saling bertemu, bermusafahah, bermaafan dan saling memberi hadiah (anteran), semua berbahagia dan gembira bersama. Sejak diadakan lebaran betawi tahun 2008 hingga kini telah menyebar dan menular keberbagai pelosok Jakarta, bogor, depok, bekasih dan tanggerang. Ada lebaran tanggerang, ada lebaran tenabang dan lainnya, semua terinspirasi dan termotivasi dengan lebaran betawi. Kini Pemerintah Daerah DKI jakarta kembali akan mengadakan lebaran betawi bersama Majelis Kaum Betawi (MKB) yang akan digelar di Lapangan Banteng Jakarta Pusat.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *