Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Abdurrahman bin Auf ingin menjadi orang miskin karena takut hari Perhitungan di akhirat

187
×

Abdurrahman bin Auf ingin menjadi orang miskin karena takut hari Perhitungan di akhirat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kicaunews.com – Suatu ketika membeli seluruh kurma busuk milik sahabat di Madinah pasca Perang Tabuk untuk membantu mereka, dengan niat bersedekah agar jatuh miskin dan tidak berat hisabnya di akhirat.

Kisah ini menunjukkan kedermawanan dan kezuhudan Abdurrahman bin Auf yang meskipun kaya raya, hatinya tidak terikat dunia, dan hartanya senantiasa digunakan di jalan Allah.

Example 300x600

Suatu hari, ketika para sahabat berkumpul, Abdurrahman bin Auf mendengarkan sabda Rasulullah bahwa kelak setelah dibangkitkan dan dihitungnya amal perbuatan manusia semasa hidup, “orang yang kaya akan lebih lama menjalani perhitungan amal dibanding orang yang miskin dan saya sungguh bersama orang-orang fakir dan miskin, ujar Rasulullah.

Sejak itu, Abdurrahman bin Auf merenung dan berkata dalam hati, saya tidak mau berlama-lama saat yaumul hisab karena kekayaan yang saya miliki. Dan membuat Abdurrahman gundah. Dia bercita-cita ingin menjadi miskin.

Abdurrahman bin Auf mengangkat tangan lantas berdoa, Ya Allah, jadikanlah hambamu ini orang yang miskin, agar kelak dapat selalu bersama Rasulullah.

Sahabat Nabi ini melego semua harta bendanya kemudian membuat pengumuman yang isinya, Semua penduduk kota Madinah yang buah kurmanya busuk akan dibeli sesuai dengan harga buah kurma yang normal. Sejurus kemudian warga kota Madinah berbondong-bondong menjual kurma busuk ke tempat Abdurrahman bin Auf.

Namun kemiskinan rupanya enggan berhinggap ke nasib Abdurrahman bin Auf. Sehari kemudian, datang utusan dari negeri Yaman ke kota Madinah. Mereka menyampaikan berita tentang berjangkitnya wabah penyakit aneh di Yaman. Nenurut dokter, wabah aneh tersebut akan cepat sembuh jika diobati dengan buah kurma busuk.

Tanpa pikir panjang, utusan raja tersebut mendatangi rumah Abdurrahman bin Auf. Mereka membeli semua kurma busuk miliknya dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Abdurrahman bin Auf semakin kaya raya. Jumlah kekayaannya belum ada yang menandingi karena kurma yang seharusnya tidak laku malah terjual dengan nominal harga yang fantastis.

Dr. H..Suaidi,M.Ag.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *